Jaksa: Jerinx Sengaja Posting 'IDI Kacung WHO' agar Ramai di Media Sosial

Muhammad Muhyiddin, Antara ยท Kamis, 10 September 2020 - 15:56 WITA
Jaksa: Jerinx Sengaja Posting 'IDI Kacung WHO' agar Ramai di Media Sosial
Jaksa Penuntut Umum Bacakan Dakwaan Jerinx di persidangan yang digelar secara daring, Kamis (10/9/2020). (iNews.id/Muhammad Muhyiddin)

DENPASAR, iNews.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan tanpa kehadiran terdakwa I Gede Ary Astina alias Jerinx di persidangan. Dalam surat dakwaan, JPU menyebut Jerinx sengaja mengunggah cuitan 'IDI Kacung WHO' untuk membuat ramai di media sosial.

"Bahwa terdakwa secara sengaja membuat postingan pada media instagram melalui akun @jrxsid, karena terdakwa mengetahui postingan tersebut akan mendapatkan perhatian dari masyarakat banyak dan menjadi ramai di media sosial serta memperoleh kementar yang beragam, oleh karena terdakwa adalah publik figur sebagai anggota band Superman Is Dead (SID), yang memiliki fans cukup banyak tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai mancanegara," ucap JPU Otong Hendra Rahayu dalam dakwaan yang dibacakan dalam sidang yang digelar secara daring, di Kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis (10/9/2020).

Otong melanjutkan, postingan media sosial instagram di akun @jrxsid berupa gambar dan atau tulisan yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik itu dilakukan dua kali pada 13 Juni 2020, dan 15 Juni 2020 terhadap IDI.

"Sehingga IDI merasa sangat terhina dan dibenci oleh sebagian masyarakat Indonesia dan dirugikan baik materiil maupun immateriil akibat dari postingan tersebut," kata Otong.

Atas perkara ini, Jaksa mendakwa Jerinx dengan dua Pasal yaitu pertama Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan kedua, Jerinx didakwa dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi berupa postingan/unggahan pada akun instagram @jrxsid milik terdakwa pada 13 Juni 2020 dan 15 Juni 2020 yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) kepada IDI Bali," ujar Otong.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang dipimpin Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi menutup persidangan. Majelis hakim meminta JPU untuk menghadirkan Jerinx pada persidangan selanjutnya yang dijadwalkan pada 22 September 2020.


Editor : Reza Yunanto