Isu Pasien Dicovidkan, RSU Negara Pastikan Tak Ada Kasus Covid-19 Fiktif

Antara ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:36 WITA
Isu Pasien Dicovidkan, RSU Negara Pastikan Tak Ada Kasus Covid-19 Fiktif
RSU Negara di Kabupaten Jembrana, Bali menjamin tidak ada pasien fiktif yang dipaksa seolah-olah terpapar Covid-19. (Foto: Instagram Humas Pemkab Jembrana)

JEMBRANA, iNews.id - Rumah Sakit Umum (RSU) Negara di Kabupaten Jembrana, Bali menjamin tidak ada pasien fiktif yang dipaksa seolah-olah terpapar Covid-19. Semua pasien yang dirawat karena Covid-19 sesuai dengan hasil tes resmi.

"Kami mengikuti isu yang berkembang seolah-olah ada oknum rumah sakit yang memasukkan data pasien Covid-19 fiktif. Kami menjamin di Kabupaten Jembrana tidak ada seperti itu," kata Direktur RSU Negara, I Gusti Ketut Oka Parwatha, di Jembrana, Kamis (8/10/2020).

Dia memastikan, pengumuman seorang pasien dinyatakan positif terjangkit Covid-19 sudah berdasarkan aturan yang berlaku. Dengan aturan tersebut rumah sakit tidak mungkin memalsukan data pasien.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali, RSU Negara telah bekerja sesuai pedoman dan kode etik yang berlaku, ternasyk berusaha keras untuk kesembuhan pasien yang terpapar Covid-19.

Diakuinya, isu yang berkembang tersebut ikut mempersulit petugas medis dan anggota Satgas Penanganan Covid-19 saat menangani pasien. Sebab muncul persepsi kalau Covid-19 itu rekayasan.

"Kalau ada pasien yang hasil swabnya positif tapi menolak isolasi, karena menganggap Covid-19 sebagai rekayasa medis, kan berbahaya. Persepsi itu bisa menyulitkan kami dalam penanganan pasien," katanya.

Terpisah, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Arisantha menyampaikan, pasien yang dinyatkan sembuh dari Covid-19 terus meningkat. Saat ini angka kesembuhan di Jembrana mencapai 86 persen, atau naik signifikan dibanding bulan September yang hanya 68 persen.

"Sampai hari ini ada 352 pasien terkonfirmasi dengan 303 di antaranya sembuh. Tingkat kesembuhan yang tinggi ini harus terus dipertahankan sambil mencegah penularan agar tidak terjadi lonjakan jumlah pasien," katanya.


Editor : Reza Yunanto