Inspiratif, Warga Gianyar Bali Bisa Tukar Sampah dengan Beras selama Pandemi

Antara ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 12:45 WIB
Inspiratif, Warga Gianyar Bali Bisa Tukar Sampah dengan Beras selama Pandemi
Warga Banjar Pesalakan di Kabupaten Gianyar, Bali bisa menukarkan sampah plastik dengan beras selama pandemi Covid-19. (Antara)

GIANYAR, iNews.id - Banjar Pesalakan di Kabupaten Gianyar, Bali melakukan terobosan untuk mengurangi sampah plastik selama pandemi Covid-19. Warga yang memiliki sampah plastik bisa menukarkan dengan beras.

Penukaran sampah plastik dengan beras tersebut diberi nama The Plastic Exchange. Sistem penukaran itu telah berjalan sebulan terakhir.

"Sistemnya menggunakan poin, jadi kita menerima semua jenis plastik, kantong plastik, botol plastik dan lain-lain. Poin yang diperoleh tergantung dari berat plastik yang dibawa kemudian ditukarkan dengan beras," kata Kepala Dusun Banjar Pesalakan, Astawa ditemui di Gianyar, Rabu (22/7/2020).

Astawa menjelaskan, sistem penukaran tersebut yakni warga Banjar Pesalakan mengumpulkan terlebih dahulu sampah plastik yang telah terurai sesuai kategori plastik. Kemudian sampah plastik itu ditukarkan dengan poin untuk mendapatkan beras.

Penghitungan poin penukaran yaitu untuk 1 kg plastik kering mendapat 1 poin. Kemudian selanjutnya 2 kg plastik basah dihitung 1 poin. Untuk 3 kg botol plastik ukuran medium dihitung 1 poin, dan 4 kg botol plastik berat dihitung 1 poin.

"Di bulan Juli ini kita sudah menerapkan sistem tukar sampah plastik dengan beras. Hasilnya tercatat ada 523,5 kg sampah plastik dengan jumlah beras yang ditukarkan seberat 252 kg," katanya.

Dia mengatakan, selama masa pandemi yang berjalan tiga bulan ini, jumlah sampah plastik di Banjar Pesalakan mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan pemulung tidak diperbolehkan masuk ke wilayah mereka selama pandemi.

"Kalau dibilang peningkatannya standar saja karena COVID ini biasanya rutin diambil oleh pemulung. Tapi sekarang sejak ada ide ini, masyarakat tidak bergantung pada pemulung dan bisa belajar memilah plastik sendiri dan menghasilkan daya tukar lebih tinggi," katanya.

Menurutnya peningkatan sampah plastik paling banyak berasal dari sampah rumah tangga dan dari warung-warung. Untuk satu warung saja bisa menghasilkan 26 kg sampah plastik yang sudah terkumpul selama tiga bulan.

Selanjutnya sampah plastik yang sudah terkumpul akan diserahkan kepada salah satu donatur penggiat sampah asal Sukawati, Kabupaten Gianyar untuk diolah menjadi barang daur ulang yang berguna.

"Ke depan masyarakat agar berkelanjutan dan bisa melihat sampah ini ada nilainya dengan memilah dan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak dibakar," katanya.


Editor : Reza Yunanto