Hindari Kerumunan, Ritual Melasti di Kuta Bali Hanya Libatkan 25 Orang

Bagus Alit ยท Senin, 23 Maret 2020 - 08:34 WIB
Hindari Kerumunan, Ritual Melasti di Kuta Bali Hanya Libatkan 25 Orang
Prosesi melasti di desa Adat Kuta, Badung, Bali, Senin (23/3/2020). (Foto: iNews/Bagus Alit)

BALI, iNews.id - Prosesi melasti sebagai ritual serangkaian Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 942 hanya diikuti 25 orang. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Prosesi melasti atau pembersihan berbagai simbol suci keagamaan di desa Adat Kuta, Badung, Bali tetap digelar. Tahun sebelumnya kegiatan akan diisi iring-iringan ribuan warga yang berjalan membawa pratima atau simbol suci keagamaan.

Kali ini, prosesi melasti lebih sederhana dengan jumlah peserta yang sangat terbatas yaitu maksimal hanya 25 orang. Hal ini agar tidak berpotensi menimbulkan kerumunan massa guna mencegah penyebaran virus corona.

Beberapa kegiatan yang dihilangkan yakni, 15 prasanak, tarian sakral seperti tari rejang dewa. Sementara untuk prosesi ngaturang rayunan agung dan rayunan alit pada saat penyejeran ida betara di bale agung tetap di laksanakan.

Tetapi, meminimalisir keterlibatan orang dan hanya boleh diikuti oleh orang-orang tertentu yang sudah ditugaskan. Para krama atau masyarakat adat setempat diimbau tak hadir pada prosesi upacar tersebut.

"Ini acaranya sangat simpel. Karena kita juga harus mengikuti imbauan dari pak gubernur," ucap Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista, Senin (23/2/2020).

Jelang memohon tirta atau air suci usai persembahyangan bersama, para krama tak lupa menggunakan hand sanitizer. Meski berlangsung sederhana, prosesi melasti berjalan lancar.

Diketahui bahwa prosesi melasti juga bermakna pembersihan spiritual berupa penyucian bhuana agung atau alam semesta serta bhuana alit yang diterjemahkan sebagai jiwa raga. Sehingga dalam pergantian tahun baru Caka 1942 umat hindu melakukan introspeksi diri. Mereka pun memanjatkan doa agar alam semesta segera terbebas dari berbagai wabah penyakit.


Editor : Nani Suherni