Gubernur Wayan Koster Gagas Festival Budaya Tingkat Dunia di Bali

Antara ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 18:02 WIB
Gubernur Wayan Koster Gagas Festival Budaya Tingkat Dunia di Bali
Acara peringatan HUT ke-34 Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Bali, Selasa (7/1/2019). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id – Gubernur Bali Wayan Koster menggagas penyelenggaraan festival budaya tingkat dunia di Pulau Dewata. Rencananya, event tersebut digelar sekitar November 2020.

Koster mengatakan, saat ini Pemprov Bali sedang menyusun Term of Reference (TOR). Setelah itu, pihaknya akan mengundang para konsul atau duta besar untuk menyosialisasikan ke negaranya masing-masing. Festival tersebut diklaim menjadi festival budaya berskala dunia yang pertama pernah dihelat.

“Belum pernah ada event budaya berskala dunia di negara mana pun juga. Kita yang akan memiliki di Bali,” kata orang nomor satu di Bali itu saat menyampaikan sambutan pada peringatan HUT ke-34 Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Selasa (7/1/2019).

 

BACA JUGA: Libur Tahun Baru di Bali, Asyik Ada Denpasar Festival 2019 Menikmati Kesenian & Kuliner Khas

 

Koster mengatakan, pada festival budaya dunia yang sedang disiapkan konsepnya tersebut, akan ditampilkan budaya dari masing-masing negara peserta festival. Negara tersebut terutama yang memiliki budaya kuat.

“Kita banyak sekali punya kesenian. Nanti pastinya akan ditampilkan yang terbaik,” ujar gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

Menurut Koster, Bali punya kapasitas untuk menyelenggarakan gelaran yang akan mengundang seniman-seniman dari seluruh dunia tersebut. Sebab, Bali sudah sangat dikenal dengan adat istiadat dan budayanya hingga ke seluruh dunia.

“Pulau Bali ini kecil. Kita tidak punya kekayaan alam seperti daerah lain. Tetapi kita punya kelebihan, yakni kekayaan di bidang budaya yang sangat unik dan satu-satunya di dunia. Ini yang harus kita maksimalkan. Angkat hal-hal besar di sisi budaya agar Bali punya nilai tambah tersendiri,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Karangasem World Music Festival Bantu Pulihkan Pariwisata Bali 

 

Mantan anggota DPR RI selama tiga periode ini juga menegaskan, kebudayaan merupakan salah satu prioritas utama dalam lima tahun pemerintahannya. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kepribadian suatu bangsa.

“Saya sejak awal memang punya mimpi untuk memajukan budaya Bali. Visi ini telah saya rintis sejak menjadi anggota DPR tiga periode. Kebetulan saya duduk di Komisi X yang membidangi salah satunya kebudayaan,” ujarnya.

Bahkan pada periode jabatan ketiga di DPR RI, dirinya ikut merancang Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. UU tersebut sengaja ditargetkan harus selesai sebelum dirinya maju menjadi Calon Gubernur Bali pada Pilkada Bali 2010.

“Ini karena saya ingin menjadikan UU tersebut sebagai payung hukum pemajuan kebudayaan Bali,” katanya.

Koster menegaskan, kebudayaan Bali mesti dijaga baik-baik dan dipelihara dengan lebih serius. Hal ini lah yang ingin diwujudkan melalui visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Budaya bukanlah hal yang biasa di Bali, tetapi luar biasa. Untuk itu, pemimpinnya harus peka dan sensitif terhadap budayanya. Jika tidak, maka itu dosa besar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan bupati/wali kota di Bali untuk membangun budaya melalui satu tatanan, skenario, dan strategi yang jelas, serta bertahap, mulai dari hal yang paling fundamental.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Kun Adnyana menyampaikan, dalam rangkaian HUT Disbud Bali tahun ini, mereka memberikan 30 sertifikat Patakam Patram Budaya kepada sekaa atau sanggar. Kemudian, komunitas dan yayasan seni yang sudah memiliki manajemen dan tata kelola yang baik.

“Tahun berikutnya, kami alokasikan 200 sanggar atau yayasan seni lain untuk menerima sertifikasi serupa,” ujar Kun Adnyana.

Dinas Kebudayaan Bali juga memberikan surat pencatatan perlindungan ciptaan barang seni atau sertifikat hak cipta karya seni tari hingga seni rupa kepada 33 karya seniman Bali.


Editor : Maria Christina