Evakuasi KMP Dharma Rucitra, Kapal Berhasil Mengapung Akan Ditarik ke Surabaya

Yunda Ariesta ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 12:58 WIB
Evakuasi KMP Dharma Rucitra, Kapal Berhasil Mengapung Akan Ditarik ke Surabaya
KMP Dharma Rucitra berhasil mengapung di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Rabu (8/7/2020). (iNews.id/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id - KMP Dharma Rucitra akhirnya bisa mengapung kembali setelah hampir sebulan tenggelam di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. Kapal tersebut akan ditarik menuju Surabaya, Jawa Timur.

"Setelah mengapung, langkah selanjutnya kita akan kontrol ulang kapal," kata kordinator tim evakuasi, Abdul Khalik di Pelabuhan Padangbai, Rabu (8/7/2020).

Dia mengatakan, kapal tersebut bisa mengapung kembali setelah pada Selasa (7/7/2020) malam didatangkan lagi 500 drum pemberat untuk membantu mengungkit kapal ke posisi seimbang.

Menurutnya, sulitnya evakuasi kapal tenggelam tersebut karena banyak mengalami kebocoran di dinding kapal. Selain juga karena faktor cuaca yang tidak menentu ikut menyulitkan tim evakuasi saat bekerja.

Selanjutnya, kapal nahas tersebut akan ditarik dari Pelabuhan Padangbai menuju Surabaya, Jawa Timur. Kendati demikian, penarikan kapal belum ditentukan karena menunggu pemeriksaan kondisi dinding kapal agar tidak menyebabkan gangguan saat proses penarikan ke Surabaya.

"Kita akan kontrol dulu semua dinding kapal yang ada di bawah permukaan air maupun di atas, agar penarikan kapal nanti bisa selamat sampai tujuan," tuturnya.

Saat ini kapal sedang menjalani pemeriksaan dari Biro Klasifikasi Indonesia, Kementerian Perhubungan untuk memastikan layak atau tidaknya kapal ditarik ke Surabaya.

KMP Dharma Rucitra III mengalami kebocoran di bagian lambung saat merapat di Pelabuhan Padangbai, Jumat (12/6/2020) malam sekitar pukul 21.50 WITA. Akibatnya, kapal miring dan nyaris tenggelam. Seluruh awak kapal dan penumpang berhasil dievakuasi.

Evakuasi KMP Dharma Rucitra yang kandas di dermaga II telah dilakukan sejak dua pekan lalu dengan mengeluarkan sejumlah kendaraan bermotor dan ratusan kilogram muatan logistik yang terjebak di dalam lambung kapal.


Editor : Reza Yunanto