Dokter di Bali Positif Terpapar Covid-19 karena Tak Pakai APD saat Tangani Pasien

Made Argawa ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:21 WITA
Dokter di Bali Positif Terpapar Covid-19 karena Tak Pakai APD saat Tangani Pasien
Penanganan pasien virus corona di Papua. (Foto: Antara).

TABANAN, iNews.id - Seorang dokter di Rumah Sakit (RS) Bhakti Rahayu di Kabupaten Tabanan, Bali positif terjangkit Covid-19. Dokter tersebut lupa menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menangani pasien.

Manajemen RS Bhakti Rahayu membenarkan salah satu dokternya positif terjangkit Covid-19. Dokter tersebut merupakan dokter magang.

"Dia terpapar Covid-19 dari seorang pasien yang mengalami sakit tifus," ujar Abdul, perwakilan manajemen RS Bhakti Rahayu, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan, dokter tersebut hanya menggunakan masker saja saat menangani pasien tifus tersebut. Hal itu dilakukan karena hasil rapid test pasien tersebut nonreaktif Covid-19.

Diakui dia, hal tersebut memang tidak sesuai prosedur rumah sakit yang mewajibkan dokter menggunakan APD level tiga saat menghadapi pasien dengan kondisi apapun.

Dokter tersebut diketahui positif Covid-19 setelah dalam beberapa hari menunjukkan gejala flu. Setelah melapor ke Gugur Tugas Covid-19 Tabanan dan menjalani tes swab, dokter tersebut dipastikan positif terjangkit Covid-19. Begitu juga dengan pasien tifus yang ditangani dokter tersebut, ternyata juga positif Covid-19.

"Sementara dokter ini menjalani karantina mandiri di Balai Pelatihan Kesehatan Bali," tuturnya.

Sedangkan operasional rumah sakit pun menurutnya tetap berjalan seperti biasa meski ada satu dokter yang positif terpapar virus corona.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Tabanan, I Gede Susila menyayangkan kasus dokter terjangkit Covid-19 dari pasien ini. Dia mengatakan, dokter seharusnya menggunakan APD lengkap saat berhadapan dengan pasien.

Menurutnya penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di Tabanan. Hingga Selasa (4/8/2020) jumlah kasus positif mencapai 129 orang. Dari jumlah itu, 113 telah sembuh dan 2 meninggal dunia. Masih ada 14 orang yang menjalani perawatan.


Editor : Reza Yunanto