Demi Penangguhan Penahanan, Jerinx Bersedia Hapus Akun Instagram

dewi umaryati ยท Selasa, 22 September 2020 - 14:56 WITA
Demi Penangguhan Penahanan, Jerinx Bersedia Hapus Akun Instagram
Jerinx walk out dari persidangan daring, Kamis (10/9/2020). (iNews.id/Indira Arri)

DENPASAR, iNews.id - Jerinx mempertanyakan penangguhan penahanan yang tak kunjung dikabulkan oleh majelis hakim. Musisi yang memiliki nama asli I Gede Ary Astina itu bahkan siap menghapus akun Instagram miliknya sebagai jaminan tidak mengulangi perbuatan yang sama.

"Itu akun Instagram @jrxsid itu bisa saya atau pihak kepolisian delete tidak apa-apa," ujar Jerinx dalam persidangan yang digelar online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (22/9/2020).

Jerinx menyatakan, bersedia menghapus akun Instagram miliknya jika hal itu yang menjadi kekhawatiran dirinya akan mengulangi perbuatan yang sama.

"Untuk memperkuat penangguhan, saya juga siap jika akun saya tersebut dihapus untuk menjamin saya tidak mengulangi perbuatan yang sama atau perbuatan yang serupa," tutur drummer Superman Is Dead itu.

Sementara itu, kuasa hukum Jerinx, I Wayan Suardana mengatakan kliennya telah bersifat kooperatif selama proses hukum mulai dari penyidikan hingga ke persidangan. Alasan penangguhan penahanan juga karena Jerinx merupakan tulang punggung keluarga.

"Mohon tanggapan yang mulia," katanya.

Atas permintaan tersebut majelis hakim yang dipimpin Ida Bagus Adnyana Dewi menyatakan akan mempertimbangan permintaan Jerinx.

"Nanti akan kami pertimbangkan," tuturnya.

Sementara itu, sidang kasus Jerinx akan dilanjutkan pada Selasa (29/9/2020) dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa atas dakwaan jaksa.

Jerinx didakwa dengan dua Pasal yaitu Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Jerinx juga didakwa dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Editor : Reza Yunanto