Akibat Virus Korona, Bali Gagal Ekspor 12.000 Ton Buah Naga ke China

Antara ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 19:30 WIB
Akibat Virus Korona, Bali Gagal Ekspor 12.000 Ton Buah Naga ke China
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.idVirus korona bukan hanya berdampak pada pariwisata Bali. Dampak virus mematikan itu juga dirasakan petani buah naga di Bali. Sebanyak 12.000 ton buah naga asal Bali terancam batal diekspor ke China setelah merebaknya virus korona.

"Padahal sebelumnya dari pihak karantina sudah oke, sudah melihat kebun-kebun petani kita dan dinyatakan bagus. Saat itu dikatakan tinggal cari waktu untuk ekspor," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, di Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Dia menjelaskan, selama ini, volume ekspor buah naga ke China yang dihasilkan para petani dari daerah Bulian, Kabupaten Buleleng rata-rata mencapai 12.000 ton per-tahun.

Selain buah naga, buah manggis juga merupakan buah dari Bali yang volume ekspor ke China cukup tinggi, yakni mencapai 9.000 ton per tahun.

Namun sejak merebaknya virus korona, dan penutupan penerbangan ke China, ekspor buah ke China pun disetop.

Menurutnya, saat ini petani sedang memikirkan untuk menjual ke pasar lokal ataupun dijual antarpulau, karena stok buah akan melimpah karena sudah masuk musim panen.

"Para petani kita ya menangis dengan kondisi ini. Tetapi mau bagaimana, ini keadaan 'force majeure'. Mudah-mudahan bisa segera selesai wabah corona ini, sehingga ekspor produk pertanian ke China bisa kembali pulih," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto