Dampak Cuaca Ekstrem, Pohon 30 Meter Tumbang Menimpa 3 Rumah di Denpasar
DENPASAR, iNews.id – Pohon setinggi 30 meter tumbang dan menimpa tiga rumah di Dusun Tangguntiti, Desa Kertalangu, Denpasar, Bali. 12 Orang yang berada di dalam rumah mengalami luka.
"Dari tiga rumah tersebut ada 12 korban yang mengalami luka ringan, sesak, dan saat ini sudah mendapat penanganan dari pihak rumah sakit," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa di Denpasar, Rabu (8/1/2020).
BACA JUGA: Pohon Keramat di Denpasar Tumbang Diterpa Angin Kencang, Bale Pesandekan Rusak
Rumah keluarga Wayan Pasek termasuk yang tertimpa batang pohon tumbang. Tiga penghuninya lecet. Rumah lain yang tertimpa batang pohon adalah rumah keluarga Wayan Suartana. Empat penghuninya mengalami luka ringan dan sesak.
Selain itu, batang pohon juga menimpa rumah keluarga Gede Wiradana, menyebabkan lima penghuninya terluka ringan.
Pihak BPBD Denpasar mendapat laporan pohon kepuh tua itu tumbang sekitar pukul 00.30 Wita saat para penghuni rumah tertidur.
BPBD Denpasar sudah mengerahkan 20 orang dan tiga mobil ambulans untuk menolong korban serta memangkas pohon kepuh yang tumbang untuk memudahkan evakuasi.
"Pagi harinya penanganan dilanjutkan bersama personel dari DLHK Kota Denpasar," kata Arimbawa.
Salah satu korban, Ketut Restiniasih mengatakan, saat kejadian, atap rumahnya roboh tertimpa pohon. Ia berusaha melindungi anaknya agar terhindar dari reruntuhan.
"Saat itu, anak saya dievakuasi sama adiknya suami saya. Terus saya keluar dengan anak saya satu lagi, langsung keluar dari bangunan yang runtuh terus menyelamatkan diri," katanya.
BACA JUGA: Pura Penataran Nangka di Karangasem Bali Roboh Diterjang Angin Kencang
Kepala Dusun Tangguntiti Wayan Sumadi mengatakan, selain menimpa rumah, batang pohon kepuh yang tumbang juga mengenai delapan motor.
"Pada Sabtu, 4 Januari 2020, yang sebelah barat juga tumbang, dan menimpa atap satu rumah. Sudah sempat saya komunikasikan dan ada hubungannya dengan Niskala jadi tidak berani memotong sembarangan," katanya.
Ia menambahkan, aparat dusun akan membahas masalah itu dengan aparat desa, aparat kecamatan, dan petugas Dinas Sosial.
"Untuk menemukan bagaimana solusinya biar tidak ada korban lagi," katanya.
Editor: Reza Yunanto