Cek DPS, Bawaslu Denpasar Temukan 15 Pemilih Berusia di Atas 100 tahun dan 149 WNA

Antara ยท Kamis, 24 September 2020 - 14:58:00 WITA
Cek DPS, Bawaslu Denpasar Temukan 15 Pemilih Berusia di Atas 100 tahun dan 149 WNA
Anggota Bawaslu Kota Denpasar I Nyoman Gede Putra Wiratma. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Denpasar, Bali, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki kembali Daftar Pemilih Sementata (DPS) Pilkada Serentak 2020. Dari 445.193 pemilih, lembaga ini menemukan pemilih dengan umur tidak wajar, di atas 100 tahun sebanyak 15 orang.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar I Nyoman Gede Putra Wiratma mengatakan, dugaan pemilih dengan usia di atas 100 tahun itu ditemukan berdasarkan hasil pengawasan, pencermatan, dan analisis yang dilakukan terhadap DPS Pilkada Denpasar. Hasilnya, ada 15 pemilih yang berusia di atas 100 tahun. Yang tertua bahkan berusia 119 tahun dari Banjar Tegallantang Kaja, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat.

"Paling banyak, yakni delapan orang, yang berusia 100 tahun, yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar," kata I Nyoman Gede Putra Wiratma di Denpasar, Rabu (23/9/2020).

Atas temuan tersebut, Bawaslu Kota Denpasar mengirimkan surat perihal saran perbaikan agar ditindaklanjuti oleh jajaran KPU, Rabu (23/9/2020) . Selain ditemukan pemilih dengan usia tak wajar itu, dalam surat saran perbaikan tersebut, Bawaslu juga menyampaikan temuan dugaan pemilih yang tercatat lebih dari satu kali atau kegandaan data pemilih.

"Untuk kesamaan parameter nama dan tanggal lahir sebanyak 4.849 orang pemilih, kemudian untuk kesamaan parameter nama, tempat lahir dan tanggal lahir sebanyak 2.663 pemilih," ujar Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Denpasar itu.

Menurut dia, jika proses screening DPS dapat menggunakan NIK pemilih, bisa saja jumlah kegandaan yang ditemukan lebih kecil. Namun, Bawaslu tidak bisa menggunakan NIK pemilih untuk melakukan pencermatan karena data yang disampaikan KPU Kota Denpasar kepada Bawaslu tidak dibuka seluruhnya. "Terdapat enam digit angka di tengah NIK tersebut berisikan tanda bintang," ujarnya.

Saran perbaikan lainnya yang disampaikan Bawaslu Kota Denpasar juga soal temuan dugaan 149 pemilih yang merupakan warga negara asing (WNA). Ada juga dua pemilih dengan umur di bawah 17 tahun dan belum pernah kawin.

"Kemudian ditemukan dugaan pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu Tahun 2019 yang memenuhi syarat, namun masih belum terdaftar dalam DPS sebanyak 2.052 orang pemilih," ujarnya.

Selanjutnya, ada sembilan pemilih, yang data tanggal lahirnya tidak lengkap. Kemudian, ditemukan 40 pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tapi tidak terdaftar.

Bawaslu meminta KPU Kota Denpasar agar menindaklanjuti saran perbaikan yang disampaikan itu, dengan melakukan pencermatan dan/atau verifikasi faktual sesuai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, melakukan langkah-langkah strategis yang dibutuhkan guna melengkapi kekurangan elemen data pemilih itu," ucapnya.

"Terkait 40 pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih namun tidak terdaftar, kami minta KPU Kota Denpasar agar memasukkan pemilih tersebut ke dalam Daftar Pemilih Hasil Perbaikan. Ini sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

KPU Kota Denpasar sebelumnya pada 10 September 2020 sudah menetapkan DPS Pilwali Kota Denpasar Tahun 2020 sebanyak 445.193 pemilih. Pemilih tersebut terdiri atas 219.628 pemilih laki-laki dan 225.565 pemilih perempuan.

Adapun rinciannya untuk masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Denpasar Selatan 120.541 pemilih, Denpasar Timur 81.011 pemilih, Denpasar Barat 129.131 pemilih, dan Denpasar Utara 114.510 pemilih.


Editor : Maria Christina