Cegah Korona, BI Bali Karantina Uang 14 Hari Sebelum Diedarkan

Antara ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 10:10 WIB
Cegah Korona, BI Bali Karantina Uang 14 Hari Sebelum Diedarkan
Bank Indonesia. (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Bank Indonesia Provinsi Bali membuat kebijakan mengarantina uang selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona atau COVID-19 di wilayah Bali.

"Uang-uang yang masuk di Bank Indonesia akan dikarantina selama 14 hari dan nantinya dihitung ulang untuk diedarkan lagi ke masyarakat dan beberapa bank-bank di Bali," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Kamis (19/3/2020).

Karantina uang telah dimulai sejak 16 Maret 2020. Para pegawai juga telah menggunakan alat lengkap seperti masker dan sarung tangan.  Ruang kerja juga disemprotkan disinfektan.

"Ini untuk rupiah saja dan akan berlangsung seterusnya sampai akhir Maret. Pemerintah masih membuat kebijakan sampai 29 Mei sampai turun COVID-19 ini. 14 hari harus dihitung ulang sebelum disetor. Kalau rusak kita musnahkan kalau masih bagus diedarkan lagi," katanya.

Menurutnya, beberapa bank di Bali ada juga yang melakukan karantina uang sebelum diedarkan ke masyarakat.

Selanjutnya BI juga tetap menjamin uang kartal di Bali tersedia cukup memadai dan bersih ke masyarakat.

Dia juga mengatakan, BI Bali juga mendukung kebijakan dari OJK untuk menurunkan tingkat suku bunga agar meringankan debitur-debitur dengan suku bunga yang lebih baik lagi.

"Jadi, cash flow mungkin agak terganggu sehingga BI meminta ke bank bank untuk memberikan kemudahan kepada debitur, seperti memperpanjang pembayaran cicilan utang," katanya. 

Menurutnya, akibat wabah virus korona kemungkinan industri pariwisata termasuk hotel akan mengalami kesulitan keuangan. Para pengusaha akan melakukan efisiensi dalam kondisi sektor pariwisata sepi karena wabah corona. 

"Mereka akan melakukan berbagai cara agar bisa menutup biaya operasional," katanya.

Namun untuk besarnya kerugian belum bisa dipastikan, termasuk tingkat inflasi Yang terjadi.

"Kalau kerugian terkait COVID-19 bagi perekonomian kita, ya ini baru dua minggu di bulan Maret ya. Kita periksa inflasi month to month di bulan Februari kemarin masih kecil, 0,44 persen. Kemudian survei harga kami dua minggu terakhir dan di minggu lalu malah deflasi ya," katanya.


Editor : Reza Yunanto