Buat Keributan dan Tak Bayar Penginapan, Bule Rumania di Bali Terancam Dideportasi

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 08:45 WIB
Buat Keributan dan Tak Bayar Penginapan, Bule Rumania di Bali Terancam Dideportasi
Bule Rumania terancam dideportasi karena bikin keributan. (Antara)

BADUNG, iNews.id - Seorang warga negara Rumania membuat keributan dan menolak membayar penginapan di sebuah vila kawasan Badung, Bali. Pria bernama Peroubusu Luncar Aristotel Silviu (41) terancam dideportasi.

"Saat ini masih ditempatkan di ruang detensi Imigrasi," kata Kepala Sub Bagian Humas dan Reformasi Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma, saat dihubungi melalui telepon, di Denpasar, Rabu (22/7/2020) malam.

Dia mengatakan, pada Selasa (21/7) pihak Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menerima informasi bahwa ada seorang warga asing yang mengamuk di sebuah penginapan di wilayah Kecamatan Kuta, pukul 18.00 WITA.

"Dari keterangan Danru Satpol PP Kuta, kalau bule itu diminta mengosongkan kamar karena masa menginap telah habis. Tapi bule asal Rumania itu malah melempar koper ke kolam, sehingga ada keributan yang menyebabkan penghuni penginapan itu tidak nyaman," ujarnya.

Atas perbuatannya, Peroubusu Luncar Aristotel Silviu diduga melakukan pelanggaran Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat di Badung Pasal 32 ayat (1).

"Dia datang ke Bali dengan bebas visa kunjungan pada 18 Maret 2020," katanya.

Menurut keterangan dari Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Kertha Suryanegara bahwa turis asing tersebut tidak membayar penginapan selama satu bulan, sehingga diminta keluar dari penginapan.

"Setelah diusir, dia menggelandang baru satu hari yang namanya karena diusir. Selain itu enggak punya tempat dan tidak punya uang lagi. Dia tidak bisa menghubungi temannya, dan temannya enggak ada yang mau bantuin pembayaran dia," tuturnya.

Dia menambahkan, selama bulan Juli ini, ada empat orang WNA yang menggelandang dengan alasan rata-rata karena stres tidak bisa pulang ke negaranya, kehabisan uang dan komunikasi dengan keluarganya di luar negeri terputus.


Editor : Reza Yunanto