Bali Akui Pasien Covid-19 Meninggal Mayoritas Lansia dengan Penyakit Penyerta

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 15:57 WIB
Bali Akui Pasien Covid-19 Meninggal Mayoritas Lansia dengan Penyakit Penyerta
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan keterangan pers. (Foto: Humas Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id - Pasien Covid-19 yang meninggal di Bali meningkat akhir-akhir ini. Pasien yang meninggal itu mayoritas berusia lanjut dan memiliki penyakit penyerta.

"Mayoritas yang meninggal berusia lanjut, sebagian besar juga selalu ada kormobid atau penyakit penyerta," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Gedung DPRD Bali, Selasa (21/7/2020).

Dewa Indra menuturkan, berdasarkan data yang dicatat Gugus Tugas Covid-19 Bali, pasien yang meninggal berusia di atas 50 tahun. Bahkan beberapa hari lalu ditemukan pasien meninggal berusia 80 tahun.

Dia menambahkan, para lansia ini memang tidak bepergian dan cenderung hanya di dalam rumah saja. Kendati demikian, anggota keluarga yang tinggal bersama mereka sering keluar rumah dan berpotensi menularkan Covid-19.

"Memang mereka yang lansia ini tidak keluar rumah. Tetapi ada anak-anak dan cucunya yang keluar rumah. Para anak muda inilah yang mengenai orang tua di rumah," ucap pria yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Bali ini.

Dia menambahkan, lansia yang terpapar Covid-19 dalam kondisi mengidap penyakit bawaan akan menimbulkan dampak serius. Hal ini berbeda dengan anak muda yang relatif masih memiliki imunitas yang kuat dan tidak memiliki penyakit penyerta.

Lansia yang terpapar Covid-19 relatif lebih lama sembuhnya, bahkan bisa berujung kematian.

"Bagi yang muda-muda karena imunnya kuat, mereka itu tanpa gejala dan bisa sembuh. Tetapi ketika mengenai kakek dan nenek , itulah yang berisiko tinggi hingga menyebabkan kematian," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto