Arak Bali Diklaim Ampuh Obati Pasien Covid-19, Begini Penjelasan Tim Peneliti

Sindonews, Miftachul Chusna ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 23:37 WIB
Arak Bali Diklaim Ampuh Obati Pasien Covid-19, Begini Penjelasan Tim Peneliti
Peneliti menemukan varian baru mutasi Covid-19 yang menyebar di Eropa dan Amerika Serikat (foto: ist)

DENPASAR, iNews.id - Ramuan tradisional berbahan dasar arak Bali dinilai manjur untuk mengobati orang positif terpapar Covid-19. Gubernur Bali I Wayan Koster pun langsung meminta tim peneliti membeberkan penemuannya tersebut.

"Kami namakan ini terapi usada arak," kata ketua tim Profesor Made Agus Gelgel Wirasuta, Kamis (23/7/2020).

Dia mengemukakan, penemuan itu bermula dari cerita satu keluarga di Bangli, Bali yang sembuh dari COVID-19 setelah melakukan terapi dengan menghirup uap arak yang dipanaskan pada Mei 2020 lalu.

Setelah dua hari melakukan terapi tersebut, ujar Wirasuta, hasil tes swab satu keluarga yang terdiri dari lima orang itu, dinyatakan negatif.

Gubernur Bali I Wayan Koster yang mendapat informasi itu kemudian meminta Wirasuta dan timnya membuat formula berbahan dasar arak yang tepat dan aman untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Kebetulan dari awal, Wirasuta sudah ditunjuk untuk memperbaiki kualitas arak Bali setelah minuman tradisional ini dilegalkan melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Wirasuta menolak mengungkap detail ramuan tradisional itu karena dalam persiapan untuk dipatenkan. "Yang pasti sudah melalui riset dan tahapan fermentasi dan destilasi," ujar pengelola Laboratorium Forensik Sain dan Kriminilogi Universitas Udayana ini.

Setelah jadi, tutur Wirasuta, ramuan tradisonal itu kemudian diujicobakan kepada 19 orang yang menjalani isolasi di tempat karantina. Hasilnya, ada 15 orang yang kemudian hasil tes swab-nya negatif setelah tiga hari menjalani terapi usada arak.

Wirasuta menuturkan, terapi usada arak harus menggunakan alat bantu nebulator untuk menghirup uap atau kabut dari ramuan itu. "Karena di Amerika sudah booming juga memakai alkohol dan banyak kejadian terjadi efek burning kebakaran. Saya tidak mau itu terjadi di kita," tandas ahli toksikologi forensik ini.

Dalam menjalani terapi, ungka Wirasuta, pasien harus melakukannya setiap pagi, siang, dan sore. "Lamanya satu menit. Hanya satu menit, tidak boleh lebih," kata Wirasuta.


Editor : Kastolani Marzuki