80 Wakil Industri Pariwisata Bali Dapat Pelatihan Investigasi Penipuan Dokumen

Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 10:50:00 WITA
80 Wakil Industri Pariwisata Bali Dapat Pelatihan Investigasi Penipuan Dokumen
Peserta pelatihan investigasi penipuan dokumen dan pengakuan penipu di Badung, Bali. (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id – Sebanyak 80 perwakilan dari industri pariwisata di Bali diberikan pelatihan tentang investigasi penipuan dokumen dan pengakuan penipu. Pemberi pelatihan berasal dari agen khusus Layanan Keamanan Diplomatik (DSS) dari Konsulat Jenderal AS di Surabaya.

Acara ini diselenggarakan di Seminyak, Kabupaten Badung, Balim, Rabu (5/2/2020). Peserta pelatihan berasal dari industri keamanan hotel, serta anggota Departemen Luar Negeri AS - Dewan Penasihat Keamanan Luar Negeri (OSAC) cabang Bali.

Humas Konjen AS di Surabaya mengatakan seminar itu mencakup pengenalan untuk melakukan pekerjaan peningkatan keamanan untuk operasi perlindungan VIP. Instruktur utama untuk pelatihan ini yakni Asisten Penyelidik Keamanan Regional, Layanan Keamanan Diplomatik AS, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Dmitriy Bocheko.

Sesi pertama pelatihan, fokus pada mengidentifikasi paspor palsu, penipuan dokumen, dan pengakuan penipu. Selanjutnya sesi kedua, pelatihan fokus pada melakukan survei keamanan untuk lokasi, seorang VIP dapat berkunjung untuk mengurangi potensi risiko atau bahaya bagi VIP.

Pelatihan ini merupakan kesempatan untuk bertukar keahlian dan memberikan keterampilan dan alat tambahan yang dapat digunakan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen perjalanan oleh calon penjahat, penyelundup manusia, teroris atau orang lain yang mungkin telah mendapatkan dokumen-dokumen ini dengan cara curang.

Pelatihan juga memberi pengetahuan dan keterampilan untuk lebih membantu tim keamanan VIP selama penilaian keamanan mereka, memungkinkan integrasi tim keamanan yang lebih baik dan peningkatan keseluruhan untuk keberhasilan dan keamanan kunjungan VIP.

Saat membuka acara itu, Konsul Jenderal Mark McGovern mengatakan, pelatihan ini meningkatkan keamanan dan kepercayaan diri bagi jutaan wisatawan yang mengunjungi Bali setiap tahun.

"Ini contoh lain dari kemitraan abadi antara Amerika Serikat dan Indonesia dan menunjukkan komitmen kami terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan ini," katanya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari penjangkauan pemerintah AS yang luas di seluruh Indonesia bagian timur untuk meningkatkan kemitraan di berbagai sektor yang selain bidang keselamatan dan keamanan. Di antaranya keahlian mencakup pendidikan, bahasa Inggris, hubungan antarmasyarakat, dan pembangunan ekonomi.


Editor : Umaya Khusniah