5 Fakta Pilu Siswa SD di Ngada NTT Bunuh Diri, Nomor 3 Bikin Nyesek
3. Isi Surat Bikin Nyesek
Isi surat tersebut antara lain menyebutkan permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Surat itu memperkuat dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan sadar.
Dalam surat yang ditulis tangan menggunakan bahasa daerah Ngada, korban menyampaikan pesan perpisahan kepada sang ibu yang ia sebut dengan panggilan Mama Reti. Surat ini beredar luas dan viral di media sosial.
Tulisan tangan tersebut diawali dengan kalimat “Kertas Tii Mama Reti” yang berarti surat untuk Mama Reti, lalu dilanjutkan dengan pesan “Mama Galo Zee” atau mama, saya pergi dulu.
Korban juga menuliskan permintaan agar ibunya merelakan kepergiannya serta tidak menangis, yang tertuang dalam kalimat “Mama molo Ja'o” dan “Galo mata Mae Rita ee Mama”.
Dalam bagian lain surat itu, korban menyampaikan agar sang ibu tidak mencari atau merindukannya, sebelum menutup pesan dengan kalimat perpisahan “Molo Mama” yang berarti selamat tinggal, Mama.
Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama, saya pergi dulu)
Mama molo Ja'o ( Mama, relakan saya pergi)
Galo mata Mae Rita ee Mama (Jangan menangis, Mama)
Mama jao Galo Mata (Mama, saya pergi)
Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya)
Molo Mama (Selamat tinggal, Mama)
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar anak yang menangis.
4. Respons Pemerintah
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan duka mendalam atas tragedi siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa memilukan ini disebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Menanggapi kasus ini, Gus Ipul menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar warga miskin mendapat perlindungan sosial yang layak.
“Ya, tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka, ya. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Editor: Kastolani Marzuki