308 Orang di Bali Tercatat Ajukan Paspor selama 3 Hari

Antara · Sabtu, 20 Juni 2020 - 16:08 WIB
308 Orang di Bali Tercatat Ajukan Paspor selama 3 Hari
Pemeriksaan suhu bagi pemohon sebelum masuk ke Kantor Imigrasi Denpasar, Jumat (19/6/2020). (Foto: Dok Humas Kemenkumham Bali)

DENPASAR, iNews.id - Tiga kantor Imigrasi di wilayah Bali, yaitu Kantor Imigrasi Klas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Klas I TPI Denpasar dan Kantor Imigrasi TPI Singaraja telah menerima 308 pengajuan paspor. Jumlah tersebut tercatat sejak 15-17 Juni.

"Sejak dibuka pada 14 Juni kemarin, untuk layanan paspor bagi WNI dan layanan WNA. Untuk penerbitan paspor ini sudah ada 308 pemohon yang tercatat dari 15 sampai 17 Juni. Data hari berikutnya masih proses untuk direkap," kata Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kanwil Kemenkumham Bali I Putu Surya Dharma, Sabtu (20/6/2020).

Dia menjelaskan rincian untuk layanan penerbitan paspor berjumlah 308, di antaranya 78 pemohon yang tercatat di Kantor Imigrasi Klas I Khusus TPI Ngurah Rai, 201 pemohon di Kantor Imigrasi Klas I TPI Denpasar dan 29 pemohon di Kantor Imigtasi TPI Singaraja. Sedangkan untuk layanan bagi WNA, seperti Alih Status Izin Tinggal Keimigrasian berjumlah 38 pemohon dengan rincian di Kanim Ngurah Rai ada 15, Kanim Denpasar ada 19, Kanim Singaraja ada empat.

Untuk layanan pemberian Izin Tinggal Terbatas (ITAS) baru, di Kantor Imigrasi Ngurah Rai ada 10, dan Kanim Denpasar ada enam dengan jumlah total 16 pemohon.

"Layanan Pendaftaran Pewarganegaraan Ganda Terbatas dan Fasilitas Keimigrasian itu baru ada di Kanim Denpasar satu pemohon. Sedangkan layanan Pemberian Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) tercatat belum ada pemohon di tiga kantor imigrasi tersebut," ucapnya.

Dia saat ini warga bisa mengakses kembali layanan paspor untuk WNI maupun WNA. Aturan layanan paspor untuk WNA tidak lagi terbatas bagi orang yang ingin berobat atau urusan tugas negara.

"Layanan orang asing sudah dibuka walaupun belum semua seperti layanan alih status dari visa ke kitas, layanan pengurusan kewarganegaraan ganda, SKIM dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ucapnya.

​​​​​​Setiap kantor Imigrasi di Bali, juga membatasi pelayanan. Hanya 50 persen dari layanan normal untuk mengantisipasi penumpukan pemohon, baik yang datang dari WNA atau WNI.


Editor : Nani Suherni