2 Pengelola Watersport Benoa Tutup Sejak Merebak Virus Korona

Antara ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 14:05 WITA
2 Pengelola Watersport Benoa Tutup Sejak Merebak Virus Korona
Pantai sepi pengunjung (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id - Virus korona berdampak pada sepinya kunjungan turis di kawasan wisata Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali. Sepinya kunjungan membuat dua pengelola wahana permainan air (watersport) tutup.

"Dua operator yang tutup sementara itu memang bekerja sama dengan agen perjalanan China, mereka biasanya handle wisatawan asal China. Makanya, dengan tidak adanya wisatawan asal China karena virus corona ini mereka terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya," ujar Ketua Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung, Nyoman Wana Putra, Selasa (11/2/2020).

Dia mengatakan, dari 2 operator tersebut ada sekitar 100 orang karyawan yang dirumahkan sementara. Mereka terpaksa tidak dapat bekerja karena di operator wisata air yang tutup itu jarang mendapatkan tamu wisatawan dari negara selain China.

Menurutnya, operator lainnya juga mulai merasakan hal yang sama. Jika kondisi sepi ini berlangsung lama, operator watersport yang tutup akan bertambah.

"Untuk operator lain juga sudah mulai terdampak dan mereka mengeluhkan sepinya pengunjung. Tapi mereka masih bisa buka sembari mempelajari informasi dan menanti perkembangan virus ini," katanya.

Dia mengakui, sejak isu virus korona terus menyebar, penurunan wisatawan yang datang ke kawasan Tanjung Benoa menurun drastis.

Apalagi selama ini negara China merupakan penyumbang wisatawan terbanyak ke kawasan Tanjung Benoa dengan beberapa grup besar wisatawan setiap harinya.

"Kami seperti kehilangan induk sekarang ini, penurunannya sangat signifikan hampir 60 persen. Itu terjadi mulai dari tanggal awal bulan Februari lalu, saat ini turis China sudah tidak ada sama sekali," ujarnya.

Bahkan tak hanya wisatawan China yang sepi. Menurutnya beberapa hari terakhir kunjungan wisatawan dari negara-negara lain juga terlihat mengalami penurunan.

"Sekarang bisa dilihat seluruh kawasan Tanjung Benoa dari ujung selatan ke utara sepi sekali, operator water sport ada yang tutup, ada kosong," katanya.

Sejak ada kekhawatiran penyebaran virus korona itu, kata dia, Gahawisri Badung mencatat terjadi sejumlah pembatalan kunjungan wisatawan asal China yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.

"Kami tidak bisa melakukan apa-apa kalau sudah seperti itu. Kerugiannya lumayan. Harapan kami virus ini segera berakhir dan pariwisata bisa pulih seperti biasa, kami hanya bisa berdoa untuk memohon itu," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto