12 Orang Dengan Gangguan Jiwa di Denpasar Jadi Sasaran Rapid Test, Ini Hasilnya

Reza Yunanto ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 12:37:00 WITA
12 Orang Dengan Gangguan Jiwa di Denpasar Jadi Sasaran Rapid Test, Ini Hasilnya
Satpol pp Denpasar rapid test ODGJ (Instagram)

DENPASAR, iNews.id - Belasan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di Kota Denpasar, Bali menjalani rapid test. Tindakan itu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19)

"Kami melakukan tes cepat Covid-19 hari ini untuk memastikan mereka terpapar atau tidak," kata Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga di Denpasar, Kamis (4/6/2020).

Dewa Sayoga mengatakan, saat arus balik dimulai sejak 29 Mei lalu, Satpol PP menggencarkan razia pendatang yang tak memiliki surat sehat maupun tanpa tujuan jelas datang ke Denpasar.

Termasuk juga razia terhadap ODGJ yang berkeliaran di jalanan. Dari razia tersebut, ada 12 ODGJ yang terjaring, terdiri atas 11 orang laki-laki dan seorang perempuan.

Belasan ODGJ itu dibawa dulu ke kantor Satpol PP Denpasar untuk pendataan karena dianggap mengganggu ketertiban masyarakat. Setelah itu mereka menjalani rapid test.

Menurutnya, dari rapid test itu, seluruh ODGJ mendapatkan hasil nonreaktif. Selanjutnya 12 ODGJ itu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Bangli untuk mendapatkan perawatan.

"Penertiban ini sebagai upaya menciptakan ketertiban umum sesuai dengan amanat Perda Nomor 1 Tahun 2015. Saat ini kita sedang berada pada masa darurat kesehatan akibat pandemi Covid-19," katanya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menyebutkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Denpasar mencapai 650 kasus. Dari jumlah itu, 331 orang telah dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri.

"Sehingga tersisa 319 OTG," katanya.

Penyebaran virus corona di Denpasar karena transmisi lokal menjadi sorotan. Penambahan kasus di ibu kota Provinsi Bali ini didominasi oleh kasus transmisi lokal.

Hingga Rabu (3/6/2020) jumlah kasus positif di Denpasar mencapai 99 orang, dengan perincian 62 orang telah sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan masih ada 35 orang yang masih menjalani perawatan.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: