"Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pasar bagi produk-produk AI dari negara lain," kata Meutya Hafid.
Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes, Maria Paz Jurado, memberikan refleksi mendalam mengenai filosofi teknologi. Menurutnya, pertanyaan terbesar di era AI bukan sekadar mengenai apa yang sanggup dikerjakan oleh mesin.
"Dunia juga harus mampu menentukan dan menetapkan, manusia seperti apa yang ingin kita bangun bersama keberadaan teknologi tersebut," kata Maria.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait