Bendesa adat se-Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar mendatangi Kantor PHDI dan MDA Kabupaten Gianyar di Jalan Ksatrian Gianyar, Sabtu (17/4/2021). (Foto: iNews/Ketut Catur Kusumaningrat)

Diharapkan dengan dilaporkannya perempuan itu ke pihak berwenang terkait dengan kasus dugaan penistaan agama, kasus serupa tidak terjadi lagi. Jangan sampai ada umat  beragama yang melecehkan agama lain dan saling menghormati. Selain itu, mereka berharap kerukunan umat beragama di Bali juga tetap terjaga seperti yang sudah berlangsung selama ini.

Diketahui, dalam video viral tersebut, Desak Made Dharmawati menyampaikan sejumlah pernyataan yang dinilai telah melecehkan agama Hindu Bali.

"Kalau saya masih Hindu, dibakar dulu, dikremasi dulu, abunya dibuang, udah gitu disembah, menitis kembali. Lahir, hidup, mati kayak benang kusut," kata Desak dalam video viral tersebut.

"Jadi saya lebih bingung juga, kok ada banyak Tuhan gitu lho Bapak Ibu," kata Desak sambil tertawa.

"Menyembah patung,  menyembah berhala, menyembah pohon beringin, itu seni. Pohon beringin itu diselimuti pakai putih ama hitam, putih itu suci, hitam itu melebur, hitam gelap," ujarnya kembali tertawa.

"Apa arti ngaben, ngabis-ngabisin biaya," katanya.


Editor : Maria Christina

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network