Upacara Ngerupuk atau Pengerupukan digelar sehari menjelang Hari Raya Nyepi. (Foto : ANTARA)

Pengerupukan di Bali diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh, sebuah patung berukuran besar yang merupakan simbol perwujudan Buta Kala.

Pada akhir Pengerupukan, ogoh-ogoh itu setelah diarak keliling desa akan dibakar. Ogoh-Ogoh yang dibakar itu sebagai simbol mengusir Buta Kala dan unsur-unsur jahat.

Pawai ogoh-ogoh di Bali. (Foto: ANTARA)

Saat Pengerupukan, masyarakat akan  berkeliling membawa obor dan mengobori rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar. Pengerupukan dilakukan di tingkat banjar atau desa. Biasanya  mengelilingi wilayah banjar atau desa sebanyak tiga kali. 

Sebelum menggelar Pengerupukan, lebih dulu dilakukan Mecaru di tingkat rumah. 

Itu dia penjelasan Upacara Pengerupukan di Bali.


Editor : Reza Yunanto

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network