Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi mengajak umat untuk menginternalisasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Buddha Nomor 106 Tahun 2026 untuk menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang jatuh pada 31 Mei 2026. 

Mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, edaran ini menjadi pedoman pelaksanaan rangkaian kegiatan keagamaan selama bulan Mei 2026.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi mengatakan, edaran bertajuk Vesākha Sānanda 2570 Buddhist Era ini bertujuan agar umat tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

“Surat edaran ini diterbitkan sebagai pedoman pelaksanaan rangkaian kegiatan internalisasi Dharma yang merupakan bagian dari implementasi Asta Program Prioritas Menteri Agama,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026). 

Melalui Vesākha Sānanda 2570 BE, kata dia, Ditjen Bimas Buddha mendorong penguatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan umat, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam membangun kerukunan, kepedulian sosial, dan keharmonisan.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap umat Buddha tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan,” ujarnya. 

Supriyadi juga menyebut bahwa surat edaran juga bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Menteri Agama melalui kegiatan keagamaan Buddha, mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, tokoh agama, dan umat Buddha, serta mendorong terwujudnya umat Buddha yang berkarakter, harmonis, dan berintegritas.

Rangkaian kegiatan Vesākha Sānanda 2570 B.E. dilaksanakan dari Tanggal 1 hingga 31 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) yang meliputi pembacaan paritta di vihara, cetiya, dan kampus, serta gerakan upavāsa melalui pelaksanaan Atthasīla selama satu bulan penuh.

Berbagai aktivitas spiritual tersebut bertujuan memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran Buddha. Selain itu, dilaksanakan pula Samajjhañña Bhojanā setiap hari Senin serta Dhammasākacchā sebagai ruang dialog dan pendalaman ajaran.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dilaksanakan kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Bersih-bersih Rumah Ibadah yang mencakup gerakan 3R (Reduce, Recycle, Re-use) di lingkungan rumah ibadah agama Buddha, perguruan tinggi keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah, serta kegiatan Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup.

Kegiatan lainnya meliputi Gerakan Upavāsa dan Berdana Pāramitā sebagai wujud praktik kebajikan dan pengendalian diri, Gerakan Eco Enzyme melalui edukasi pembuatan cairan ramah lingkungan, Piṇḍapāta Nasional Gema Waisak sebagai sarana memperkuat hubungan antara Sangha dan umat, serta penyelenggaraan Vesak Festival 2026 sebagai ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network