BALI, iNews.id - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyerukan perubahan cara pandang dalam menjaga lingkungan melalui konsep Tobat Ekologis. Seruan ini disampaikan di tengah ancaman perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran plastik yang semakin membebani ekosistem perairan dunia.
Jumhur menyampaikan hal tersebut saat membuka Konferensi Perairan Internasional Global Environment Facility (GEF) ke-11 atau IWC-11 di Bali, 19 Oktober 2026.
Konferensi bertema, Perairan Bersama, Solusi Transformatif: Memungkinkan Perubahan Sistem itu mendorong kerja sama lintas negara untuk mengatasi persoalan perairan secara menyeluruh.
"Krisis saat ini menuntut lebih dari sekadar solusi yang terfragmentasi dan berbasis proyek. Sebagaimana tema konferensi ini mengingatkan kita, kita memerlukan solusi sistemik dan transformatif yang memadukan kebijakan, inovasi, pendanaan berkelanjutan, serta tata kelola yang kuat lintas batas," kata Jumhur.
Dia menjelaskan, persoalan perairan tidak bisa diselesaikan melalui program yang berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kebijakan terpadu, pendanaan berkelanjutan, inovasi dan tata kelola yang kuat agar upaya perlindungan lingkungan menghasilkan dampak nyata.
Dia juga menilai, IWC-11 menjadi bagian penting dari persiapan menuju Konferensi Air Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Abu Dhabi pada Desember 2026. Kesepakatan dan kemitraan yang dibangun di Bali diharapkan memperkuat agenda aksi air global.
"Komitmen, kemitraan, dan transformasi sistem yang kita bentuk di Bali ini akan membangun momentum serta menentukan agenda global untuk aksi air di Abu Dhabi dan seterusnya," kata Menteri Jumhur.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membawa empat prioritas dalam konferensi tersebut. Prioritas pertama, yaitu mencegah pencemaran sejak dari sumbernya, mulai dari kawasan perkotaan, industri, hingga sungai, sebelum limbah mencapai pesisir dan laut.
Menurutnya, prioritas kedua, yaitu memulihkan ekosistem dengan mengutamakan hasil yang terukur, termasuk peningkatan kesehatan lingkungan dan ketahanan masyarakat.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait