Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur berstatus Awas setelah aktivitas vulkanis meningkat signifikan. (Foto: PVMBG)

 JAKARTA, iNews.id - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan kondisi yang relatif tinggi. Hal itu ditandai dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan indikasi suplai magma baru. 

Sehingga, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level IV atau awas.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, dari pemantauan secara visual menunjukkan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 21-31°C.

Namun, Lana mengatakan dari data kegempaan dari tanggal 2-3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA, yaitu 45 kali Tremor Non Harmonik, 1 kali Gempa Low Frequency, 97 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh

“Terjadi kenaikan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam Sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 jumlah gempa ini masih tinggi, namun erupsi belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA,” ungkap Lana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).

Lana mengatakan, terdapat indikasi hambatan pada saluran magma (conduit) yang menghalangi material untuk naik ke permukaan. Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat.

Selain itu, aktivitas Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui sangat berpengaruh terhadap tinggi kolom erupsi yang dapat terjadi. Tidak teramati adanya kubah lava baru atau aliran lava baru di area kawah berdasarkan citra drone tanggal 5 Desember 2025.

Lana membeberkan embusan asap putih tipis hingga sedang masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut. 

Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif yang disertai adanya suplai magma. Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).

Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola inflasi pada 2 stasiun WLR (Barat Laut) dan NUR (timur laut) dalam rentang waktu 2 minggu terakhir, sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network