LEMBATA, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan pada Kamis (10/9/2026) siang.
Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi berturut-turut dengan melontarkan kolom abu setinggi 400 hingga 600 meter di atas puncak kawah.
Meski masih berada pada status Level II (Waspada), peningkatan letusan yang terjadi secara terus-menerus memicu kekhawatiran warga di sekitar lereng gunung.
Dampak dari letusan beruntun ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Sebanyak 11 desa di Kecamatan Ili Ape dilaporkan mulai terpapar hujan abu vulkanik tebal yang bercampur material pasir.
Meski hujan material vulkanik menerjang permukiman dan aktivitas warga terganggu, sebagian besar warga terdampak terpantau masih bertahan di rumah masing-masing. Warga mengaku waswas karena setiap letusan selalu disertai dengan suara gemuruh berskala sedang hingga kuat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok, Syawaludin mengatakan, frekuensi letusan siang ini menunjukkan lonjakan aktivitas yang sangat signifikan.
Pihaknya menerbitkan rekomendasi ketat agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati area rawan bencana.
"Gunung api Ile Lewotolok berada pada Level II Waspada dengan tingkat aktivitas letusan yang sangat signifikan meningkat. Untuk rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer, serta untuk sektoral Selatan dan Tenggara hingga radius 3 kilometer tidak boleh ada aktivitas," kata Syawaludin.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait