Situasi serupa terjadi di SPBU 54.822.16, Jalan A. Yani, Kelurahan Pendem. Antrean kendaraan terlihat dari arah barat dan timur, sementara stok seluruh jenis BBM di SPBU tersebut juga kosong.
Keterlambatan dan terbatasnya distribusi membuat pasokan yang tersedia tidak bertahan lama di tengah tingginya permintaan. Habisnya delapan ton Pertalite dalam hitungan jam menggambarkan cepatnya perputaran stok di SPBU Jembrana.
Hingga Kamis pagi, warga masih menunggu kepastian pasokan berikutnya. Belum tibanya distribusi membuat pengendara harus menghadapi risiko mengantre lama tanpa jaminan mendapatkan BBM.
"Ada yang dari jam enam sore (mengantre). Kami sudah sampaikan bahwa minyak (BBM) datang pagi tapi mereka tetap bertahan," ujar Manajer SPBU Ngurah Rai, I Made Krisna Mahardika
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait