"Transformasi besar tidak lahir dari satu cahaya raksasa, melainkan dari lilin-lilin kecil yang kita bawa bersama. Kedamaian dalam diri, kedamaian antarsesama, dan kedamaian dengan seluruh kehidupan bukan sekadar slogan, melainkan seruan aksi nyata yang dimulai dari diri kita sendiri," ujar Arskal Salim, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, Wakil Presiden United in Deversity Foundation (UID), Slamet menegaskan, filosofi Bali Tri Hita Karana (keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam) menjadi inti ajaran universal yang relevan dalam menjawab tantangan era digital.
Keberhasilan perhelatan skala dunia ini turut ditopang oleh sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari sejumlah korporasi strategis seperti Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk, dan KEK Kura Kura Bali.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait