Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.
NGADA, iNews.id – Sejumlah fakta terungkap dalam tragedi memilukan seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat bunuh diri.
Korban diketahui berinisial YBS (10), siswa kelas IV SD yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh tidak jauh dari pondok sederhana tempat tinggalnya bersama sang nenek.
Belum diketahui pasti penyebab aksi nekat bocah tersebut, namun dugaan awal hanya karena sang bocah kecewa tidak bisa membeli pena atau alat tulis sekolah. Kasus tersebut pun mengejutkan publik hingga mengundang keprihatinan mendalam semua pihak.
Berikut dereta fakta yang terungkap dalam kasus bocah SD nekat bunuh diri.
5 Kasus Siswa SD di Ngada NTT Bunuh Diri
1. Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum peristiwa siswa SD gantung diri di Ngada ini terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Permintaan itu tidak dikabulkan karena sang ibu tidak memiliki uang.
Korban berinisial YBS (10), siswa kelas IV SD itu kemudian memilih jalan pintas. Dia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh tidak jauh dari pondok sederhana tempat tinggalnya bersama sang nenek.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk latar belakang yang melatarbelakangi siswa SD bunuh diri di Ngada tersebut.
2. Tulis Surat untuk Ibu
Informasi diperoleh, kejadian siswa SD gantung diri di Ngada ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada polisi. Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Polres Ngada menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia. Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Surat itu ditujukan kepada sang ibu dan ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada. Di bagian akhir surat, korban juga menggambar simbol wajah menangis.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E Pissort, membenarkan adanya temuan surat tersebut. Dia mengatakan tulisan dalam surat memiliki kemiripan dengan tulisan korban di buku sekolahnya.
“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus dikutip dari iNews TTU, Selasa (3/2/2026).
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait