WN Australia Meninggal di Bali, Evakuasi Jenazah Pakai Protokol Covid-19

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 18:39 WIB
WN Australia Meninggal di Bali, Evakuasi Jenazah Pakai Protokol Covid-19
WN Australia tewas di Bali dievakuasi dengan protokol Covid-1. (dok iNews.id)

BADUNG, iNews.id - Seorang pria warga negara Australia meninggal dunia di kamar kos yang disewa di Banjar Dukuh Pandean, Desa Munggu, Kabupaten Badung, Bali. Sesaat sebelum meninggal dunia, korban berinisial DD WIl (55) mengalami sesak napas.

"Menurut keterangan saksi, korban mengalami sesak nafas dan meninggal dunia," kata Kasubag Humas Polres Badung, Iptu I Ketut Oka Bawa usai di Denpasar, Rabu (3/6/2020).

Dia mengatakan, korban tinggal di kamar kos bersama kekasihnya warga negara Indonesia bernama Eka Surtika. Dari keterangan Eka inilah polisi mengetahui kronologi kematian korban.

Dari keterangan Eka, korban awalnya pada Selasa (2/6/2020) malam mengeluh sesak nafas. Selanjutnya, saksi memberikan obat sesak napas milik korban. Setelah diberi obat, kondisi korban sempat membaik.

"Namun, beberapa jam kemudian korban kembali sesak nafas dan memeluk perempuan yang bersamanya hingga akhirnya meninggal dunia," katanya.

Dia menuturkan, saksi langsung menghubungi pemilik kos serta Kelian adat setempat mengabarkan kalau kekasihnya sudah meninggal dunia.

Atas laporan tersebut, Rabu (3/6/2020) pagi sekitar pukul 03.00 WITA, petugas dari Puskesmas pembantu tiba di rumah kos tempat korban meninggal.

Berdasarkan keterangan saksi kalau korban sempat mengalami sesak napas, evakuasi dilakukan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.

Sekitar pukul 05.00 WITA, korban dievakuasi petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar.

Dia mengatakan, polisi belum menyelidiki penyebab kematian korban. Saat ini jenazah masih di RSUP Sanglah Denpasar. Seperti kasus kematian WNA lainnya, jenazah akan diampil sampel wsab untuk mengetahui apakah korban terjangkit virus corona (Covid-19)

"Untuk penyebab dari kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut," katanya.


Editor : Reza Yunanto