Wisatawan Prancis Hilang Terseret Ombak di Pantai Pesut Tabanan Bali

I Made Argawa ยท Senin, 11 November 2019 - 22:03 WIB
Wisatawan Prancis Hilang Terseret Ombak di Pantai Pesut Tabanan Bali
Tim gabungan mencari wisatawan Prancis yang hilang terseret ombak Pantai Pesut, Tabanan, Bali, Senin (11/11/2019). (iNews.id/I Made Argawa)

TABANAN, iNews.id - Seorang wisatawan asal Prancis tenggelam terseret ombak di Pantai Pasut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (11/11/2019) sekitar pukul 16.30 WITA. Pencarian masih terus dilakukan hingga petang oleh tim gabungan.

Gilbert Henry Marcel Guidot (75) diketahui berolah raga sepeda bersama 10 rekannya. Mereka berangkat dari Kecamatan Pupuan dengan menempuh jarak sekitar dua jam menuju Pantai Pesut. Sesampainya di pantai, korban langsung bermain air.

Korban dan rombongan sempat diperingatkan oleh pemandu wisata agar hati-hati ketika bermain air laut. Pasalnya meski tampak surut, arus bawah laut cukup kencang karena menjelang purnama.

Pemandu wisata dari rombongan ini, Kadek Murdika mengatakan, ketika sampai di pantai, korban langsung menuju ke laut. Saat itu dia masih merapikan sepeda yang digunakan oleh rombongan wisatawan ini.

“Korban bermain air, ga tahunya keseret ombak. Dan pengunjung pantai berteriak ada tamu keseret, ada tamu keseret,” katanya.

Dia mengaku sudah memberi peringatan kepada wisatawan akan bahaya ombak di pantai yang langsung menghadap ke Samudra Hindia ini. Sementara saat kejadian, pengunjung pantai dan rekan korban juga tidak dapat berbuat banyak.

Seorang rekan korban, Mounteah mengatakan pemandu wisata telah memberikan informasi agar berhati-hati di laut, serta jangan bermain air atau mandi lewat di batas lutut.

“Pemandu wisata mengatakan pada kami untuk tidak terlalu jauh, laut berbahaya,” kata Mounteah.

Hanya saja, dia tidak mengetahui mengapa korban bisa tenggelam, namun dia sempat melihat korban melambai meminta tolong.

Rekan-rekan korban tampak syok dengan kejadian tersebut. Mereka tidak menyangka jika liburannya berakhir tragis. Rombongan memutuskan kembali ke hotel dan akan ke lokasi Selasa (12/11/2019) esok.

Menurut Kapolsek Kerambitan, Kompol Dewa Gede Putra, pencarian korban dilakukan dengan menyisir tepi pantai karena hari sudah beranjak gelap. Tim gabungan yang terdiri dari polisi, Polairut, BPBD Tabanan dan Basarnas baru akan melakukan pencarian ke tengah laut Selasa (12/11/2019).

“Saat ini kami masih melakukan pencarian dengan tim gabungan dengan melakukan penyisiran di tepi pantai mengingat ombak sudah tinggi,” katanya.

Dari pantauan iNews, hingga petang dan ombak mulai pasang, masih belum ada tanda-tanda ditemukannya korban. Di Pantai Pasut, ombak memang tidak tampak besar, namun arusnya tetap kuat karena langsung menghadap samudera.


Editor : Umaya Khusniah