Video Viral Turis Korea Terkapar di Bandara Ngurah Rai Bali karena Sakit Pinggang

Reza Yunanto ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 12:40 WIB
Video Viral Turis Korea Terkapar di Bandara Ngurah Rai Bali karena Sakit Pinggang
Tangkapan layar video viral seorang turis Korea terkapar kesakitan di Bandara Ngurah Rai, Bali. (Foto: Instagram)

DENPASAR, iNews.id – Sebuah video yang merekam seorang turis terkapar kesakitan di Bandara Ngurah Rai Bali, viral di media sosial. Turis tersebut mengalami sakit pinggang hingga tak sanggup mengangkat tubuhnya.

Dari video yang disaksikan iNews.id, Kamis (13/2/2020), turis laki-laki itu tampak telentang di atas lantai sembari memegang bagian punggungnya. Dengan ekspresi kesakitan, dia juga sesekali bergerak memiringkan tubuhnya.

Di dekatnya ada seorang perempuan dewasa yang memegangi tubuhnya, dan seorang anak perempuan dan anak laki-laki. Ketiganya diduga adalah anak dan istri laki-laki itu.

Dari video itu tampak juga beberapa orang berseragam yang merupakan petugas bandara berada di sekelilingnya, namun tidak melakukan tindakan apa pun.

Sebuah akun di Instagram mengunggah video yang viral itu disertai caption, “Seorang wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tiba-tiba jatuh pingsan, Selasa (11/2/2020) malam. Kondisi wisatawan tersebut membuat orang disekitarnya merasa was-was karena takut wisatawan tersebut terkena virus Corona.”

Soal viralnya video tersebut, pihak Bandara Ngurah Rai memberikan keterangan.

Communication and Legal Manager Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan, turis laki-laki yang berada di video tersebut berasal dari Korea.

Turis itu tidak dalam keadaan pingsan dan terjangkit virus korona seperti yang tertulis di unggahan video itu.

Arie menambahkan, turis tersebut juga telah berada di bagian kedatangan internasional. Sehingga turis itu telah melewati pemeriksaan suhu tubuh yang terpasang di bandara.

Menurut Arie, turis itu hanya menderita sakit pinggang dan setelah kejadian itu, ditemani keluarganya ke rumah sakit.

“Sudah dievakuasi ke rumah sakit,” katanya.


Editor : Reza Yunanto