Usai Dilantik, Kepala Desa di Buleleng Kembali Ditahan di Lapas Singaraja

Pande Wismaya ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 13:40 WIB
Usai Dilantik, Kepala Desa di Buleleng Kembali Ditahan di Lapas Singaraja
Muhammad Ashari akan mengikuti pelantikan kepala desa di Buleleng. (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Muhammad Ashari dilantik sebagai Kepala Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Tak lama usai dilantik, ia dibawa ke Lapas Singaraja.

Pagi tadi, Selasa (17/12/2019), Ashari mengikuti acara pelantikan kepala desa secara serentak yang diikuti oleh 30 kepala desa terpilih di Kabupaten Buleleng. Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Saat menghadiri acara pelantikan itu, Ashari dikawal oleh aparat Kejaksaan yang menjemputnya dari Lapas Singaraja untuk dihadirkan ke Gedung Imaco tempat pelantikan kepala desa berlangsung.

Ashari saat ini berstatus sebagai terdakwa kasus korupsi pembangunan kantor desa. Kasusnya masih dalam tahap persidangan. Statusnya sebagai tahanan Kejaksaan Buleleng.

Karena itu, setelah dilantik, Ashari langsung diberhentikan sementara oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Sesuai prosedur yang berlaku setelah dilantik diberhentikan sementara,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buleleng, Made Subur.

Nasib Ashari kini di tangan pengadilan. Pemerintah Kabupaten Buleleng menunggu keputusan pengadilan yang menyidangkan kasus Ashari.

Pada 30 Oktober 2019 lalu, Ashari mengikuti pemilihan kepala desa di Desa Celukan Bawang. Status Ashari sebagai terdakwa kasus korupsi pembangunan kantor desa tak mengurangi popularitasnya di mata masyrakat.

Meski berstatus terdakwa, Ashari tetap mendapat dukungan dari warga. Terbukti Ashari yang berstatus sebagai incumbent mampu mengalahkan dua pesaingnya di pemilihan kepala desa.

Dukungan terhadap Ashari pun disuarakan oleh warga yang berharap Ashari bisa terbebas dari kasus yang menjeratnya dan kembali memimpin Desa Celukan Bawang.


Editor : Reza Yunanto