Tindak Lanjut Larangan Mudik, Polres Jembrana Dirikan 3 Pos Penyekatan

Nyoman Sudika ยท Sabtu, 25 April 2020 - 16:19 WIB
Tindak Lanjut Larangan Mudik, Polres Jembrana Dirikan 3 Pos Penyekatan
Pemeriksaan petugas di titik penyekatan di Bali. (Foto: iNews/Nyoman Sudika )

JEMBRANA, iNews.id - Polres Jembrana Bali mendirikan tiga pos penyekatan sebagai tindak lanjut dari aturan larangan mudik. Setiap kendaraan yang melintas di jalan utama Denpasar-Gilimanuk harus melewati pos.

Ketiga pos penyekatan pemudik ini yakni di Pos Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan; Pos Terminal Negara, Kecamatan Negara dan Pos Terminal Kargo, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan melaya. Pos ini sudah beroperasi sejak Jumat (24/4/2020) dan dijaga tim gabungan dari TNI-Polri dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jembrana.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (25/4/2020), semua kendaraan dari arah Denpasar diarahkan masuk ke dalam terminal. Pemeriksan diutamakan terhadap kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun roda empat serta angkutan umum.

Setiap warga yang akan menuju Pulau Jawa dimintai memunjukkan kartu identitas serta ditanya nama daerah tujuan. Jika kedapatan akan mudik atau tujuan daerah menerapkan PSBB serta zona merah, warga diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan atau dilarang mudik.


Sementara bagi warga yang pulang kampung dengan alasan kehilangan pekerjaan atau terkena imbas pengurangan tenaga kerja, masih diizinkan melanjutkan perjalanan. Hasil penyekatan sejak Jumat kemarin, petugas sudah memulangkan ratusan warga yang akan mudik ke Jawa.

Salah satu warga yang mudik yakni Adi. Dia bersama tiga rekan mengaku terpaksa pulang karena sudah tidak dipekerjakan lagi di Singaraja. Dia terpaksa pulang menggunakan moda angkutan umum sampai di Pelabuhan Gilimanuk.

"Saya terpaksa pulang ke Jember karena kena pengurangan kerja. Nanti juga tidak bisa kesini karena tidak ada pekerjaan," katanya.

Sementara itu, dalam satu hari kemarin, petugas gabungan berhasil memulangkan 465 orang. Mereka terpaksa dipulangkan ke tempat tinggalnya di Bali karena daerah tujuannya termasuk zona merah dan daerah memberlakukan PSBB.


Editor : Umaya Khusniah