Sulinggih di Karangasem Bali Dapat Bantuan Iuran BP Jamsostek

Antara ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 17:00 WITA
Sulinggih di Karangasem Bali Dapat Bantuan Iuran BP Jamsostek
Sulinggih di Bali mendapat bantuan iuran BP Jamsostek (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Para sulinggih atau pendeta Hindu di Kabupaten Karangasem, Bali, mendapat bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Bantuan itu berkat inisiatif Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) yang didukung PT Bank BPD Bali.

"Melalui kerja sama GN Lingkaran yang didukung BPD Bali, telah diberikan bantuan iuran kepada sejumlah 35.000 pekerja sektor informal di seluruh Bali. Termasuk kepada sulinggih se-Karangasem yang berjumlah 205 orang," kata Asisten Deputi Direktur Wilayah Bidang Kepesertaan BPJamsostek Kanwil Bali, Nusa Tenggara, Papua (Banuspa) Muhammad Suhuri, di Denpasar, Kamis (13/2/2020).

Suhuri mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian para pelaku usaha untuk memberikan bantuan kepada para pekerja informal yang dianggap tidak mampu membayar iuran BP Jamsostek.

Dengan premi atau iuran yang terbilang murah sebesar Rp16.800, peserta sudah mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja tanpa limit atau sesuai kebutuhan medis, dan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta dan beasiswa untuk anak sampai dengan Rp174 juta.

"Kami memang gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan menjadi peserta, yang preminya tergolong murah namun bisa memberikan manfaat yang tinggi," ujarnya.

Suhuri mengatakan, untuk tahun ini, BP Jamsostek berupaya lebih gencar menyosialisasikan manfaat kepesertaan BP Jamsostek untuk pekerja di sektor informal.

"Dengan preminya yang murah, namun manfaat yang akan diterima itu tinggi. Dari klaim yang akan dibayarkan BP Jamsostek, sangat bisa menolong peserta kita yang mengalami musibah yang berdampak pada berkurangnya penghasilan atau bahkan hilang sama sekali," ucapnya.

Suhuri menambahkan, kalau selama ini perusahaan biasa memberikan CSR dengan pembagian sembako, maka pihaknya menggugah agar dana CSR-nya bisa dimanfaatkan untuk mendaftarkan para pekerja rentan di sekitar lokasi perusahaan. Termasuk kepada pihak-pihak yang dirasa perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

"Jumlah perusahaan skala menengah-besar di wilayah BP Jamsostek Cabang Bali-Denpasar sendiri saat ini lebih dari 1.500. Hingga saat ini mayoritas memang sudah memberikan fasilitas jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto