Stimulus Rp158,2 Triliun Dikucurkan untuk Mengatasi Dampak Virus Corona di Indonesia

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 19:35 WIB
Stimulus Rp158,2 Triliun Dikucurkan untuk Mengatasi Dampak Virus Corona di Indonesia
Covid-19

JAKARTA, iNews.id – Menghadapi virus corona di Indonesia, pemerintah telah mengucurkan Rp158,2 trliun. Dana tersebut adalah stimulus bagi sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak.

“Rinciannya adalah stimulus tahap satu Rp10,3 triliun, stimulus kedua ada Rp22,9 triliun, dan pelebaran defisit kita sebesar 0,8 persen dari PDB atau sekitar Rp125 triliun, sehingga kalau ditotal sampai stimulus kedua, pemerintah sudah mengalokasikan dana Rp158,2 triliun,” ujar Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan, pemerintah telah mengeluarkan stimulus ekonomi pertama 25 Februari 2020 lalu dan stimulus ekonomi kedua 13 Maret 2020. Melalui dua stimulus tersebut, dia menyatakan pemerintah telah mengucurkan uang sebesar Rp158,2 triliun.

Untuk stimulus ekonomi pertama, kata dia, difokuskan untuk membantu sektor pariwisata, akomodasi pariwisata dan transportasi.

Sedangkan stimulus ekonomi kedua difokuskan untuk aspek fiskal dan non fiskal seperti percepatan lalul lintas barang ekspor-impor dan logistik yang diperlukan untuk penanganan wabah Covid-19.

“Dari sisi tujuan, Presiden ingin fokus menjaga dua hal. Pertama adalah menjaga daya beli masyarakat, kedua bagaimana kita menjaga kelangsungan usaha dan mengurangi PHK,” kata Susiwijono.

Selain dua stimulus tersebut,  pemerintah saat ini tengah menyiapkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Langkah tersebut ditempuh demi tetap menjaga kestabilan daya beli masyarakat di tengah penyebaran Covid-19 saat ini.

“Pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga miskin. 40 persen dari rumah tangga termiskin kira-kira 29,3 juta (orang), ini kita alokasikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai atau BLT,” ujar dia.

Dia juga mengatakan, dari jumlah penerima tersebut, data yang sudah valid adalah sebanyak 15,2 juta orang yang merupakan peserta penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Adapun untuk 14,1 juta orang lainnya masih perlu divalidasi terlebih dahulu.

“Sambil digulirkan (ke) 15,2 juta (orang), kita kompilasi terus,” katanya.


Editor : Reza Yunanto