SMP di Bali Tahan Rapor Siswa karena Belum Bayar Uang Komite

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Selasa, 19 Desember 2017 - 14:20:00 WITA
SMP di Bali Tahan Rapor Siswa karena Belum Bayar Uang Komite
Kepsek SMP N 3 Tabanan I Mande Sandiarta saat menyerahkan rapor kepada orang tua siswa Ni Made Artini . (Foto: iNews/Gusti Bagus Alit Sidi)

TABANAN-BALI, iNews.id – Potret buram dunia pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kualitas sistem pendidikan yang terus disempurnakan seketika runtuh saat bersentuhan dengan nilai materi.

Hal ini dialami seorang siswa berprestasi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) asal SMP Negeri 3 Tabanan. Sekolah Standar Nasional (SSN) itu menahan nilai rapor siswa yang belum membayar uang komite dan pembayaran buku pendamping materi.

Ni Made Artini, orang tua siswa tersebut mendatangi SMPN 3 Tabanan. Sambil menyeka air mata dia menuturkan, anaknya belum menerima hasil rapor yang sudah dibagikan pihak sekolah pada Sabtu, 16 Desember 2017.

Dia mengaku semula memang menitipkan pada kerabatnya untuk mengambil rapor anaknya di sekolah tersebut. Sebab pada jam bersamaan, dia harus mengambil rapor anak keduanya di sekolah yang berbeda. Namun dia terkejut saat menerima informasi dari kerabatnya itu, bila rapor anaknya belum bisa diambil dengan alasan masih menunggak uang komite dan pembayaran buku pendamping materi.
“Saya memang belum membayar uang komite sebesar Rp900.000 dan buku pendamping materi belajar untuk anak saya karena belum ada uangnya,” tuturnya.

Artini lalu menanyakan hal itu kepada pihak sekolah. Sayang, dia tidak mendapat jawaban pasti, karena wali kelas anaknya sedang sakit, sedang kepala sekolah tidak berada di tempat. “Anak saya sering merasa trauma. Saya hanya mendorong kebesaran jiwanya agar jangan sampai berhenti sekolah,” katanya.

Persoalan ini pun mencuat di media sosial (medsos). Menyikapi hal itu, Kepala SMPN 3 Tabanan Ni Made Sandiarta akhirnya menyempatkan waktu untuk bertemu dengan orang tua siswa yang rapornya di tahan.
Sandiarta mengatakan, terkait penahanan rapor siswa terjadi karena adanya miskomunikasi antara siswa dan guru. Pihak sekolah sejak jauh-jauh hari telah menginformasikan kepada guru maupun wali kelas untuk tidak menahan rapor siswa. “Kalau waktu lalu saat pembagian kelas orang tuanya yang datang langsung, kami pasti berikan rapor anaknya,” kata Sandiarta, Selasa (19/12/2017).

Informasi yang beredar, setelah mencuat di medsos, selain di SMPN 3 Tabanan, penahanan rapor siswa diduga juga dialami orang tua siswa lainnya yang terjadi di salah satu SMA di Kota Tabanan.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: