Siswa di Bali Tewas Tenggelam di Bendungan Palasari, 1 Orang Hilang

Nyoman Sudika ยท Selasa, 17 Maret 2020 - 17:35 WIB
Siswa di Bali Tewas Tenggelam di Bendungan Palasari, 1 Orang Hilang
2 siswa SMP tenggelam di sungai bendungan palasari kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/3/2020). (Foto: iNews.id/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Dua orang siswa SMP tenggelam di aliran sungai Bendungan Palasari yang berada di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 12.00 Wita. Salah satu siswa ditemukan tewas, sedangkan satu lainnya masih hilang.

“Baru satu korban yang ditemukan, satu lagi masih dilakukan pencarian,” kata Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa di lokasi.

Korban yang ditemukan dalam keadaan tewas yakni I Kadek Wirastaya Birangga (12), sedangkan korban hilang yaitu I Kadek Arta Eka Putra (16). Keduanya adalah siswa di SMP Negeri 1 Melaya.

Peristiwa memilukan itu berawal ketika korban bersama tujuh orang teman sebayanya ingin mengisi waktu luang setelah sekolah diliburkan terkait penanggulangan virus korona.

Sembilan orang itu lalu menuju sungai di dekat Bendungan Palasari. Saat tiba di lokasi, topi korban bernama Kadek Wirastya terjatuh ke aliran sungai. Korban lalu melompat ke dalam sungai dengan maksud mengambil topi miliknya.

Sayangnya, korban yang tidak bisa berenang dan malah terseret arus sungai. Korban sempat berteriak meminta tolong.

Melihat keadaan itu, korban Kadek Arta berusaha menolong. Dia juga melompat ke dalam sungai. Namun derasnya arus sungai ikut menyeretnya hingga akhirnya tenggelam.

Rekan korban yang berada di pinggir sungai mencari pertolongan kepada warga di sekitar. Warga kemudian menghubungi petugas keamanan untuk membantu mencari dua korban tenggelam.

Upaya pencarian pun dilakukan warga sekitar bersama Basarnas dan BPBD Kabupaten Jembrana. Setelah melakukan pencarian selama 1,5 jam, tubuh salah satu korban yaitu Kadek Wirastya berhasil ditemukan. Kondisi korban telah tewas saat ditemukan dan selanjutnya diserahkan kepada orang tuanya.

Sedangkan pencarian seorang korban lainnya tetap dilanjutkan. Derasnya arus sungai menyulitkan pencarian korban yang masih hilang.


Editor : Reza Yunanto