Selektif dalam Tes Swab, Pemkab Buleleng: Yang Menentukan Dokter Penanggung Jawab

Nani Suherni ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 11:21 WIB
Selektif dalam Tes Swab, Pemkab Buleleng: Yang Menentukan Dokter Penanggung Jawab
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa (Foto: Dok Pemkab Buleleng)

BULELENG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali akan lebih selektif dalam tes swab. Tes tersebut hanya dilakukan kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat sesuai diagnosa dokter penanggung jawab pasien.

Keputusan ini merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) revisi kelima serta Surat Edaran Gugus Tugas Provinsi Bali No.443/747/P2P.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, skema penanganan terhadap pasien terkonfirmasi Covid-19 saat ini dilihat dari gejala yang ditimbulkan. Baik itu pasien dengan gejala ringan, sedang hingga berat.

Pasien dengan gejala ringan, tak lagi akan dilakukan tes swab, namun tetap melakukan isolasi mandiri. Untuk pasien terkonfirmasi dengan gejala sedang akan diisolasi ke rumah sakit rujukan. Sedangkan, khusus untuk pasien terkonfirmasi dengan gejala berat, nantinya akan dilakukan isolasi di rumah sakit rujukan dengan tes swab.

“Pasien dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi dirumah asalkan tempatnya layak, jika rumahnya tidak layak untuk tempat isolasi, akan dirujuk ke tempat isolasi khusus yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali,” kata Suyasa dilansir dari website resmi Pemkab Buleleng, Minggu (26/7/2020).

Suyasa menjelaskan, Pemkab Buleleng tidak pernah melakukan pembiayaan untuk rapid test yang dilakukan di fasilitas kesehatan pemerintah daerah. Namun dengan adanya pedoman revisi kelima terkait penanganan kasus Covid-19, rapid test pun sesungguhnya sudah tidak diperlukan lagi.

“Sehingga kami meminta kepada masyarakat agar tidak selalu meminta untuk di rapid test apalagi di swab test. Karena sekarang yang menentukan layak swab atau tidak itu dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) melalui diagnosis klinisnya,” ucapnya.

Terkait data perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng menunjukkan kasus konfirmasi secara kumulatif di Buleleng sebanyak 126 orang. Rinciannya, sembuh 115 orang, meninggal satu orang dan pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas sebanyak 10 orang.


Editor : Nani Suherni