Selama 2019, 5 Turis Asing Jadi Korban Kekerasan di Bali

Antara ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 12:16 WIB
Selama 2019, 5 Turis Asing Jadi Korban Kekerasan di Bali
ilustrasi kekerasan (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.idTuris asing yang berkunjung ke Bali juga tercatat menjadi korban kekerasan. Jumlahnya mencapai 5 orang, terdiri dari 2 anak dan 3 dewasa.

Turis yang menjadi korban kekerasan itu berasal dari Rusia, Korea dan beberapa negara lain yang sedang berlibur ke Bali. Namun kasus kekerasan terhadap turis asing ini biasanya sulit terungkap karena beberapa alasan.

Alasan pertama biasanya karena sulitnya mengenali pelaku dan lokasi kejadian.

“Biasanya pelakunya adalah orang yang tidak dikenal dan lokasi yang sulit diketahui,” Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Penyintas Perempuan dan Anak RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit di Denpasar, Senin (30/12/2019)

Namun menurutnya ada beberapa kasus kekerasan yang sulit terungkap bukan karena pelaku sulit dikenali, tapi karena hubungan pelaku dengan korban itu spesifik dan khusus, seperti orang tua dengan anaknya, suami dengan istri, dan lainnya.

Alasan berikutnya adalah tempat kejadian yang bersifat sangat privasi. Selain itu, karena ada keengganan dari korban untuk melaporkan diri sehingga terjadi lingkar kekerasan (cycle of violence).

"Apa yang kita dapatkan di rumah sakit kasusnya sesuai dengan fenomena gunung es jadi yang kita dapatkan itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat dengan jumlah yang lebih banyak lagi," katanya.

Sebelumnya RSUP Sanglah juga merilis ada 41 kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi sepanjang 2019. Jenisnya beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan, dan kekerasan seksual pada anak.

Jumah 41 kasus itu berdasarkan laporan yang masuk dan telah ditangani oleh kepolisian.


Editor : Reza Yunanto