Resmikan 2 Lab PCR, Gubernur Bali Wayan Koster Harap Dapat Percepat Test Corona

dewi umaryati ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 22:17 WIB
Resmikan 2 Lab PCR, Gubernur Bali Wayan Koster Harap Dapat Percepat Test Corona
Gubernur Bali Wayan Koster saat meresmikan Lab PCR di RSPTN Universitas Udayana, Rabu (6/05/2020)

DENPASAR, iNews.idGubernur Bali Wayan Koster meresmikan dua laboratorium pemeriksaan PCR Covid-19 di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud) Jimbaran dan Lab Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Rabu (6/5/2020).

Dengan tambahan dua laboratorium ini, Bali kini memiliki tiga lab pemeriksaan yang mampu memeriksa hingga 450 uji sampel swab. Sebelumnya seluruh sampel swab pengujian dipusatkan di RSUP Sanglah, dengan waktu pengujian paling cepat membutuhkan waktu hingga dua hari.

“Saya kira ini kabar yang menggembirakan, karena selama ini uji swab hanya dapat dilakukan Rumah Sakit Sanglah,” kata Koster, usai melihat lab PCR di RSPTN Unud.

Dengan beroperasinya ketiga lab ini akan lebih mempercepat pelayanan penanganan Covid-19, khususnya dalam upaya mengetahui apakah seorang yang sedang dikarantina positif atau negatif Covid-19. “Kalau hasilnya negatif, bisa cepat pulang ,” katanya.

Menurut Koster, jika statusnya sudah jelas, maka protokol yang harus dijalankan pun akan jelas, untuk merujuk ke rumah sakit untuk dirawat atau dilanjutkan karantina mandiri apabila statusnya negatif.

Ditambahkan Gubernur Bali, dengan pengoperasian ketiga laboratorium ini, nantinya untuk spesimen akan langsung diambil swab tanpa rapid test terlebih dahulu. Setelah ada penambahan dua laboratorium ini, Koster merencanakan juga untuk menambah satu lab milik Dinas Kesehatan Provinsi Bali, yang kini masih dalam tahap melengkapi peralatan kesehatannya.

Rektor Universitas Udayana, Prof Dr dr Anak Agung Raka Sudewi SpS (K) mengatakan beroperasinya Lab PCR RS Unud akan mempercepat penegakan diagnosis, memastikan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. “Banyak hal yang bisa diefisiensikan, baik dari segi waktu menunggu pasien yang belum terkonfirmasi Covid-19, maupun keputusan apakah pasien tersebut perlu dikarantina atau tidak," ucapnya.

Selain itu, lanjut Prof Raka Sudewi, status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga dapat diketahui dan dipastikan dengan lebih cepat. “Saya sebagai Rektor Universitas Udayana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk juga Pemprov Bali yang sangat mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di Universitas Udayana ini,” ujarnya.


Editor : Dewi Umaryati