Rektor Undiknas Bali Lepas 2 Mahasiswa Jerman yang Rampungkan Studi

Antara ยท Rabu, 25 Desember 2019 - 17:47 WITA
Rektor Undiknas Bali Lepas 2 Mahasiswa Jerman yang Rampungkan Studi
ilustrasi universitas (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, Nyoman Sri Subawa melepas dua mahasiswa asal Jerman yang telah menyelesaikan studi international full semester program. Program tersebut telah berlangsung yang kedua kali.

"Kami sangat mengapresiasi atas dipercayanya kampus Undiknas sebagai tujuan favorit program-program internasional untuk mahasiswa Eropa khususnya Jerman," kata Sri Subawa, di Denpasar, Rabu (25/12/2019).

Kedua mahasiswa Jerman yang dilepas oleh Rektor Undiknas itu adalah Carsten Dennie Erdman dari Trier University Germany, dan Philipp Lammers dari Jade University Germany.

Sri Subawa melepas kedua mahasiswa dari Jerman itu pada 20 Desember lalu dengan menyerahkan sertifikat dan transkrip nilai atas berakhirnya international full semester program yang telah diikuti mahasiswa asing tersebut.

Selama menempuh pendidikan satu semester di kampus yang berlokasi di Jalan Bedugul, Kota Denpasar, itu, dua mahasiswa Jerman menempuh sejumlah mata kuliah yakni Business Plan, Cross Culture Understanding, Indonesian Language, Introduction to Business and Management, Statistics for Business, Business Communication, dan Community Service.

Keseluruhan mata kuliah dilaksanakan di Program Studi Manajemen & Akuntansi kelas Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas.

"Full semester program adalah program internasional khusus untuk mahasiswa asing terutama Eropa yang secara bebas bisa memilih mata kuliah di tiap semesternya di Undiknas. Mereka akan mengirimkan aplikasinya melalui Asia Exchange, website, atau email, yang kemudian diseleksi dan di proses oleh international office," ujar Sri Subawa.

Dia menambahkan, ini merupakan kali kedua mahasiswa asing melakukan intership program di Undiknas. Untuk 2020 juga sudah terdaftar sebanyak enam mahasiswa Jerman dan Belanda dalam "international full semester program" ini.

Dalam pertemuan itu, dua mahasiswa dari Jerman mengungkapan rasa senang dan puas karena telah menikmati seluruh proses perkuliahan yang juga dilaksanakan dengan sangat baik serta memperoleh nilai mata kuliah yang memuaskan pula. Mereka juga merasa sangat nyaman dengan fasilitas pembelajaran yang dimiliki kampus yang sudah berstandar internasional.

Sementara itu, Head of International Office Undiknas, Ida Nyoman Basmantra MPd mengemukakan bagi mahasiswa asing yang dinyatakan lulus akan diajukan dan dilaporkan izin belajarnya ke Kemenristekdikti sehingga secara resmi dan legal menjadi mahasiswa internasional yang belajar aktif di Undiknas.

Mahasiswa asing dari Eropa tidak perlu khawatir dalam proses pembelajaran karena mereka akan ditempatkan bersama di program kelas internasional bersama mahasiswa Undiknas lainnya.

"Ini menjadi nilai lebih karena akan terjadi proses 'internasional exchange' yang benar-benar autentik dari berbagai multikultur mahasiswa," ucapnya.

Program international exchange ini, lanjut Basmantra, merupakan program Rektor Undiknas untuk meningkatkan internasionalisasi kampus serta memacu kolaborasi mahasiswa lokal untuk menghasilkan riset bertaraf internasional sejak dini dengan aktif. Hal ini sejalan dengan platform Techno Research-Preneur University demi sumbangsih studi yang aplikatif di era globalisasi ini.

Dua program kelas internasional di Undiknas yakni Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi yang sudah terakreditasi A dan juga sudah di bawah naungan keanggotaan Lembaga akreditasi internasional AACSB yang bermarkas di Amerika Serikat.


Editor : Reza Yunanto