Ratusan Sopir Taksi Online Datangi Kantor Grab, Protes Pemutusan Sepihak

Muhammad Muhyiddin, Antara ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 15:08 WIB
Ratusan Sopir Taksi Online Datangi Kantor Grab, Protes Pemutusan Sepihak
Ratusan sopir taksi online demo di kantor Grab Bali memprotes pemutusan sepihak layanan Grab Car di Bandara, Jumat (10/1/2020). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Ratusan sopir taksi online mendatangi Kantor Grab di Denpasar, Bali. Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan atas pemutusan sepihak layanan GrabCar airport (GrabCar Airport DPS).

"Iya, jadi kedatangan kita menuntut layanan kita yang diputus. Ada 200 driver menuntut pertanggungjawaban dari pihak Grab karena mendadak layanannya diputus sepihak, dan sekarang sudah dilakukan mediasi atas tuntutan teman-teman," kata perwakilan sopir taksi online, I Wayan Sugiartana, di kantor Grab Bali, Jumat (10/1/2020).

Wayan mengaku, belum mengetahui secara pasti soal pemutusan sepihak itu. Saat ini, pihaknya sedang menunggu konfirmasi resmi dari pihak Grab Bali untuk mengaktifkan kembali layanan GrabCar Airport DPS.

Menurutnya, soal pemutusan sepihak tersebut baru diketahui oleh para sopir pada pukul 06.30 WITA tadi pagi. Karena itu, ratusan sopir taksi yang tergabung dalam wadah koperasi Resimen Sunda Kecil (RSK) memutuskan untuk meminta penjelasan ke pihak Grab.

Sementara itu, setelah melakukan mediasi selama kurang lebih tiga jam, pihak Grab Bali memastikan layanan Grab Airport di Denpasar sudah dimunculkan kembali. Hal itu bisa dilakukan atas hasil kerja sama dengan Tim IT dari kantor pusat Grab.

"Sebenarnya teman-teman RSK datang karena menyampaikan aspirasi, bukan demo, karena tahunya kantor Grab di sini, dan melakukan mediasi dengan baik," kata Branch Head Grab Bali, Kresno Wibowo.

Ia mengatakan, Grab Bali tidak mengetahui soal pemutusan tersebut. Menurutnya, pemutusan tersebut bukan berasal dari Kantor Grab Bali.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa tim yang berbeda secara operasional, baik tim operasional yang menangani di bandara seluruh Indonesia maupun tim operasional reguler di Bali.

Namun demikian, ia memastikan persoalan tersebut saat ini telah usai. Selanjutnya, akan dilakukan pertemuan dengan pihak yang bisa mengambil keputusan soal hal ini.

"Yang pasti Grab yang mematikan, tapi kan siapa pihaknya dan karena apa, ya saya belum tahu, makanya harus cek dulu. Karena bisa saja bukan dari pusat tapi dari tim lain. Yang penting hari ini sudah clear," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto