Polres Badung Ungkap Titik Rawan Pilkada, Bukan Konflik Antarcalon tapi Kerumunan

Antara · Senin, 30 November 2020 - 11:53:00 WITA
Polres Badung Ungkap Titik Rawan Pilkada, Bukan Konflik Antarcalon tapi Kerumunan
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi menyampaikan titik rawan Pilkada Badung 2020. (Antara)

BADUNG, iNews.id - Polres Badung, Bali memetakan titik rawan Pilkada. Total ada 800 personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan, ada pergeseran sisi kerawanan pada pilkada tahun ini. Kalau biasanya kerawanan pilkada terletak pada konflik antarcalon, namun kali ini berada pada potensi kerumunan warga.

Hal tersebut terjadi karena saat ini Bali sedang dilanda pandemi Covid-19. Selain itu Pilkada Badung hanya diikuti satu pasangan calon.

"Tentu kalau konflik horizontal minim, tetapi kami memetakan kerawanan berdasarkan potensi kerumunan yang melanggar protokol kesehatan," ujarnya Minggu (29/11/2020).

Menurutnya, dua wilayah yang dinilai berpotensi terjadi kerumunan yakni Kuta Utara dan Mengwi. Dua wilayah tersebut merupakan daerah dengan jumlah penduduk terpadat.

"Untuk daerah yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan dari hasil pemetaan yakni Kuta Utara dan Mengwi. Daerah ini memang rawan," katanya.

Dia mengatakan, Polres Badung telah mengimbau warga untuk segera meninggalkan TPS setelah memberikan suara dan tidak menunggu sampai penghitungan suara selesai. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan.

"Saya mengimbau agar masyarakat tetap di rumah saja ketika proses perhitungan suara, percayakan kepada panitia dan saksi juga petugas yang ada," katanya.

Editor : Reza Yunanto