Polda Bali Ungkap 2 Pembobolan ATM, Seorang Pelaku Warga Aljazair

Antara ยท Jumat, 12 Juni 2020 - 18:11 WIB
Polda Bali Ungkap 2 Pembobolan ATM, Seorang Pelaku Warga Aljazair
Ilustrasi pembobolan atm (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Polda Bali mengungkap dua kasus pembobolan ATM di Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung. Dari tujuh pelaku yang ditangkap, salah seorang merupakan warga negara Aljazair.

Kasus pertama yakni pembobolan ATM di Kabupaten Gianyar, Bali. Dalam kasus ini, polisi menangkap empat tersangka yakni Roni Firmansyah (28), Tri Ito (25), Wayan Krisnanta (28) dan Mirad Riad (47) yang merupakan warga Aljazair.

Dirkrimum Polda Bali, Kombes Dodi Rahmawan mengatakan, keempat pelaku membobol ATM pada 26 Mei 2020. Pelaku berencana mengambil uang di dalam mesin ATM menggunakan kunci ATM yang sudah diambil terlebih dahulu dari petugas ATM.

Perbuatan kelompok ini terungkap setelah ada laporan dari Bank pemilik mesin ATM tersebut.

"Pelapor Dwi Prasetyo yang merupakan regional manager ATM tersebut membaca di grup WhatsApp-nya bahwa ATM dan CCTV di ruangan ATM tertutup lakban," kata Dodi.

Dari laporan awal itu, polisi kemudian melakukan pengecekan dan ternyata tiga kotak uang di mesin ATM telah hilang.

"Masing-masing kotak berisi kurang lebih Rp200 juta," ujarnya.

Dodi mengatakan, penangkapan pelaku tak membutuhkan waktu lama. Pelaku terakhir yang ditangkap yakni warga Aljazair yang ditangkap selang tiga hari kemudian, 29 Mei 2020 di Kuta Utara, Badung.


Kemudian kasus kedua yakni pembobolan mesin ATM di Jalan Melasti, Uluwatu, Kabupaten Badung yang terjadi pada 9 Mei 2020.

"Saat melakukan pengecekan di mesin ATM, ditemukan ketidaksesuaian jumlah fisik uang dengan data. Diketahui uang di mesin ATM telah hilang dan mengalami kerugian sebesar Rp749 juta," ujarnya.

Tiga orang pelaku yang ditangkap yakni Elga Ari Saputra (28), Heriyanto (20), Rangga Baraccuda (28).

Dodi mengatakan, salah satu tersangka yakni Elga Ari Saputra ditangkap saat hendak meninggalkan Bali di Pelabuhan Gilimanuk pada 4 Juni 2020. Sedangkan Heriyanto dan Rangga sudah lebih dahulu meninggalkan Bali.

Heriyanto ditangkap di Kabupaten Banyuwangi pada 5 Juni 2020, sedangkan Rangga ditangkap di Bogor, Jawa Barat pada 7 Juni 2020.

"Para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan ancaman tujuh tahun penjara," katanya.


Editor : Reza Yunanto