Polda Bali Kirim 2 Personel Tangani Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet

Antara ยท Senin, 04 Mei 2020 - 17:34 WIB
Polda Bali Kirim 2 Personel Tangani Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet
RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Polda Bali mengirim dua personel bertugas menangani pasien virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Keduanya merupakan anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali.

Dua anggota Polda Bali yang dikirim ke Jakarta itu yakni Bripka I Made Rinjani, dan Ipda Ifadloh Hidayati. Keduanya bagian dari Tim Medis Polri Gelombang IV yang bertugas di RSD Wisma Atlet.

"Dari Polda Bali ada dua orang yang berangkat dan kami sudah berangkat sejak 22 April sampai nanti 2 Juni 2020. Di sana juga akan bertugas bersama Biddokkes lainnya dari seluruh Indonesia," kata Bripka I Made Rinjani dihubungi melalui telepon di Denpasar, Senin (4/5/2020).

Dia mengatakan, sebelum bertugas di RSD Wisma Atlet, terlebih dulu mempersiapkan beberapa hal seperti menguatkan mental menghadapi situasi tugas yang
berbeda, yaitu berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat. Kemudian melengkapi surat perjalanan dinas dan pakaian persiapan tugas.

"Kesan selama di RS Darurat Wisma Atlet merasa bangga menjadi bagian dan tim kesehatan untuk penanganan pasien COVID-19, walaupun kondisi darurat, kami harus disiplin dan prosedur tetap dijalankan sesuai standar. Kam gabungan dari tim (TNI- Polri, Kemenkes, sukarelawan)," katanya.

Terkait dengan prosedur saat bertugas, dia mengatakan semua menggunakan pergantian shift. Adapun pergantian shift selama bulan puasa 23 April sampai dengan 23 Mei 2020, diantaranya untuk shift pagi dari pukul 03.00 sampai 11.00 WIB, shift siang dari pukul 11.00 sampai dengan 18.30 WIB dan shift malam dari pukul 18.30 sampai 03.00 WIB.

"Untuk keselamatan petugas kami tidak bisa keluar masuk dari zona merah, jadi APD (alat pelindung diri) tetap digunakan selama jam dinas. Pakaian tertutup rapat dan tidak boleh rusak," ucapnya.

Dia mengatakan, keluarga telah mendukungnya untuk bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Meskipun ada kekhawatiran dengan situasi tugas saat ini, hal itu tidak menjadi penghalang.

"Walaupun resiko ini sangat tinggi, karena kita sudah terbiasa melakukan penugasan, kita jalani dengan semangat dengan dan semoga tuhan selalu melindungi," kata pria yang sebelumnya bertugas di RS Bhayangkara Bali ini.


Editor : Reza Yunanto