Petugas Pengamanan Desa di Badung Tewas Ditikam Adik Sepupu yang Mabuk

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 15:45 WIB
Petugas Pengamanan Desa di Badung Tewas Ditikam Adik Sepupu yang Mabuk
Wabup Badung Bali menghadiri upacara Ngaben warga Banjar Jempinis yang tewas akibat pesta miras saat malam tahun baru. (Foto: iNews/I Gusti Bagus Alit Sidi).

BADUNG, iNews.id - Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, turut menghadiri upacara Ngaben warga Banjar Jempinis yang tewas mengenaskan saat malam tahun baru kemarin. Korban ditikam oleh adik sepupunya yang mengamuk saat sedang pesta minuman keras.

Wabup Ketut Suiasa menyayangkan peristiwa ini terjadi saat momen perayaan pergantian tahun. Mirisnya, insiden tersebut dipicu masalah minuman keras (miras).

"Kami minta kepada tokoh masyarakat, termasuk Pak Camat di sini untuk mengontrol peredaran miras," kata Ketut Suiasa kepada wartawan di area rumah duka, kawasan Banjar Jempinis, Desa Parerenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/1/2020).

BACA JUGA: Siswa MTs Tewas Tenggelam di Sungai Yeh Panahan Tabanan, Tim SAR Kerahkan Alat Menyelam

Sebelumnya, korban I Gusti Agung Alit Mahaputra (29) tewas mengenaskan setelah menjadi korban penikaman pelaku yang tak lain adik sepupunya, I Gusti Ngurah Yoga Adi Putra (22). Padahal korban saat itu hendak melerai pelaku yang mengamuk karena terpengaruh miras.

Menurut Ketut Suiasa, insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat di Kabupaten Badung untuk dapat mengontrol miras, baik para penjual maupun warga yang mengonsumsinya.

"Karena sudah beberapa kali di beberapa tempat kerap terjadi seperti ini. Jadi ke depan harus dibatasi lagi, baik si penjualnya maupun warga yang mengonsumsi," ujar dia.

BACA JUGA: Kakek asal Australia Tewas di Kamar Hotel di Bali

Kronologi penikaman ini berawal saat pelaku dan korban sedang pesta miras. Kemudian pelaku tersulut emosinya saat ada seorang rekannya yang tak sengaja menjatuhkan teko minuman mereka.

Pelaku dan rekannya terlibat cekcok. Namun karena telanjur naik pitam, I Gusti Ngurah Yoga langsung mengambil pedang yang dia bawa untuk menyerang rekannya tersebut. Korban yang awalnya hendak merelai, malah terkena sasaran tikaman pelaku.

"Korban memang seorang pengamanan desa di sini. Dia sedang bertugas mengamankan perayaan tahun baru," ujar Bendesa Adat Parerenan, I Ketut Sukrasena.

Usai insiden itu, pelaku diamankan di Polsek Mengwi untuk proses pemeriksaan. Dia dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal