Peringati 18 Tahun Tragedi Bom Bali, Warga Berdoa di Monumen Ground Zero Badung

Antara ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 23:12 WITA
Peringati 18 Tahun Tragedi Bom Bali, Warga Berdoa di Monumen Ground Zero Badung
Warga meletakkan karangan bunga saat peringatan 18 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali, Senin (12/10/2020). (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id - Monumen Ground Zero di Kabupaten Badung, Bali, didatangi sejumlah pengunjung untuk memperingati 18 tahun tragedi bom Bali, Senin (12/10/2020). Warga, kerabat dan keluarga korban peristiwa terorisme tersebut tampak berdoa dan meletakkan karangan bunga.

Salah satu warga, Made Tara mengatakan, dirinya datang untuk mendoakan temannya yang menjadi korban bom Bali 18 tahun silam. Dia kehilangan tiga teman sekaligus saat kejadian tersebut.

"Ada tiga orang teman saya yang saat itu berada di lokasi kejadian. Mudah-mudahan saat ini mereka berbahagia di alam yang lain," ujar Made Tara di Badung.

Made Tara mengatakan, dalam kesempatan itu, dia juga membawa karangan bunga yang dipesan oleh temannya warga Australia untuk dibawa ke kawasan Monumen Bom Bali.

Biasanya, warga Australia itu datang ke Bali. Namun, karena pandemi Covid-19, penerbangan ditutup dan mereka tidak bisa datang ke Bali. "Karena itu mereka menitipkan bunga untuk dibawa ke sini," katanya.

Hal yang sama juga dilakukan warga asal Jepang, Mura Sawa, pemilik agen perjalanan yang biasa melayani wisatawan asal Jepang. Dia datang ke Monumen Bom Bali dengan membawa karangan bunga dan kertas bertuliskan nama sepasang suami istri asal Jepang. Paustri itu meninggal pada tragedi yang menewaskan total 202 orang tersebut.

"Tujuan ke sini untuk mendoakan dan membawakan karangan bunga kepada almarhum Kosuke Suzuki dan Yuka Suzuki. Setiap tahun biasanya saya yang mengantarkan keluarga korban ke tempat ini. Tapi karena tahun ini mereka tidak dapat datang, jadi saya mewakili mereka," katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19, pada tahun 2020 memang tidak ada kegiatan peringatan bom Bali secara khusus. Biasanya setiap tahun, peringatan hari bersejarah itu itu diisi dengan penyalaan lilin, tabur bunga dan doa bersama yang diselenggarakan Yayasan Isana Dewata.

"Tahun ini karena pandemi Covid-19, memang kami dari yayasan sengaja tidak membuat peringatan secara besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar pengurus Yayasan Isana Dewata, Theolina F Marpaung.

Theolina menjelaskan, alasan utama tidak diselenggarakan peringatan tragedi bom Bali itu karena pihaknya khawatir dengan pandemi Covid-19. Mereka tidak ingin kegiatan itu justru akan membentuk klaster-klaster baru lagi dan menambah orang-orang yang terkena atau terpapar virus corona.

"Meskipun begitu, kami juga telah memberikan informasi ke kerabat maupun keluarga korban di Yayasan Isana Dewata kalau mereka tetap diperbolehkan datang sendiri-sendiri. Mereka bisa berdoa masing-masing di area Monumen Bom Bali," kata Theolina.


Editor : Maria Christina