Penyakit Babi Masih Merebak, Pemkab Badung Bali Bentuk Tim Penanganan

Antara ยท Kamis, 12 Maret 2020 - 15:41 WIB
Penyakit Babi Masih Merebak, Pemkab Badung Bali Bentuk Tim Penanganan
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (tengah) saat rapat membahas langkah-langkah penanggulangan penanganan penyakit babi di Kabupaten Badung, Bali. (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id – Penyakit babi hingga kini masih merebak di wilayah Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah membentuk tim penanganan penyakit hewan ternak ini.

“Kami juga telah rapat koordinasi lintas sektor kemarin untuk membahas langkah-langkah penanggulangan penanganan penyakit babi ini,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana, di Mangupura, Kamis (12/3/2020).

Menurut I Wayan Wijana, hingga saat ini penanganan penyakit babi di Badung terus dilakukan. Salah satunya berkaitan dengan pemberian edukasi kepada masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran virus babi tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan setempat, kematian babi masih terus terjadi. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau obatnya. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan menjaga kebersihan kandang melalui biosecurity.

Dia mengatakan, dari kasus kematian babi di Badung dan daerah lain di Bali, muncul keluhan dari masyarakat terkait pembuangan bangkai babi secara sembarangan di tempat umum. Sebagian dibuang di sungai dan saluran irigasi.

“Dari awal kami juga sudah menyampaikan kepada masyarakat, khususnya peternak, agar tidak membuang bangkai babi sembarangan. Lebih baik mengubur atau membakarnya. Kalau dibuang akan sangat berdampak pada percepatan proses penyebaran virus itu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa mengatakan, kasus kematian babi ini harus disikapi dengan langkah-langkah dengan cepat dan aksi nyata di lapangan. Wabah tersebut sudah merambah ke seluruh wilayah dengan kematian yang cukup tinggi. Apalagi dengan banyaknya bangkai babi yang dibuang sembarangan.

Kondisi ini harus disikapi dengan bijak dan tidak perlu saling menyalahkan. Untuk penanganan kasus kematian babi, dia menekankan pentingnya koordinasi dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badung. “Salah satunya dengan pembentukan Tim Penanganan Penyakit Babi ini,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya tim penanganan tersebut, penanganan khusus kematian babi di Badung dapat dilakukan dengan cepat dan aman. Pemkab Badung juga selanjutnya perlu memikirkan program pemulihan kepada peternak babi.

“Misalnya nanti ada bantuan bibit babi kepada masyarakat yang kena musibah kematian babi,” ujar Suiasa.


Editor : Maria Christina